Tim SAR Hentikan Proses Pencarian Korban Banjir di Deli Serdang, Ini Alasannya

Banjir terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Belawan yang tidak mampu menampung debit air sungai sehingga menggenangi rumah warga. Akibatnya, enam orang dinyatakan meninggal dunia sementara ratusan warga harus mengungsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Hentikan Proses Pencarian Korban Banjir di Deli Serdang, Ini Alasannya
Terparah Sejak 20 Tahun Terakhir, Ini 3 Fakta Banjir di Kampung Lalang Medan. liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Jumat (4/12), beberapa wilayah di Sumatra Utara (Sumut) terendam banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang melanda. Salah satu wilayah yang paling parah terkena dampaknya adalah di Perumahan De Flamboyan, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Banjir terjadi karena jebolnya tanggul Sungai Belawan yang tidak mampu menampung debit air sungai sehingga menggenangi rumah warga. Akibatnya, enam orang dinyatakan meninggal dunia sementara ratusan warga harus mengungsi.

Meski sepekan telah berlalu, masih ada korban hilang yang hingga kini belum ditemukan. Namun, Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian setelah tujuh hari pencarian. Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya:

Korban yang hingga saat ini belum ditemukan yakni Herman Asmen (48), warga perumahan De Flamboyan Desa Tanjung Selamat. Petugas akhirnya menghentikan proses pencarian setelah dilakukan koordinasi dengan keluarga.

"Sesuai hasil koordinasi dengan unsur yang terlibat dan juga pihak keluarga, maka diputuskan pencarian korban banjir Tanjung Selamat dihentikan namun tetap dilanjutkan dengan pemantauan," kata Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono pada Jumat (11/12).

Toto mengatakan, tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian semaksimal mungkin selama seminggu ini. Selain dengan alut air, tim juga dibantu anjing pelacak dari Ditsamapta Polda Sumut serta eskavator.

 

Namun, luasnya area sapuan banjir dan tingginya lumpur menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencarian korban.

 

"Pencarian menggunakan perahu rafting mulai dari lokasi banjir hingga sejauh 18 KM menuju hilir sungai, namun korban belum juga ditemukan," katanya.

Rekomendasi