Penduduk Kampung di Polewali Mandar Tandu Warga Sakit karena Jalan Rusak, Lewati Hutan dan Sungai Tempuh Jarak 9 KM selama 5 Jam

Akses jalanan sudah bertahun-tahun rusak dan menyulitkan warga untuk mobilitas terutama saat ada yang sakit.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Penduduk Kampung di Polewali Mandar Tandu Warga Sakit karena Jalan Rusak, Lewati Hutan dan Sungai Tempuh Jarak 9 KM selama 5 Jam
Penduduk Kampung di Polewali Mandar Tandu Warga Sakit karena Jalan Rusak, Lewati Hutan dan Sungai Tempuh Jarak 9 KM selama 5 Jam (Merdeka.com)

Sejumlah penduduk di Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Sumatra Utara, harus berjuang saat merujuk seorang warga sakit menggunakan tandu.

Bukan tanpa alasan, pasien sakit tersebut tidak diantar kendaraan. Sebab di sana tidak ada akses jalan yang layak, setelah bertahun-tahun tak diperbaiki.

Seluruh warga beserta pasien harus bertaruh nyawa dengan menembus hutan terjal dan sungai yang penuh bebatuan.

“Dengan kondisi jalan yang sangat terjal, sulit sebenarnya untuk menandu warga yang sakit untuk mendapat pertolongan pertama,” terang seorang warga bernama Aco Budi, mengutip YouTube Liputan6 SCTV.

Lintasi Hutan yang Curam

Lintasi Hutan yang Curam
Dok. Istimewa

Terlihat di lokasi, kondisi medan harus menembus hutan dengan rute yang cukup curam.

Terlihat warga sangat berhati-hati menandu pasien yang ditidurkan di sebuah sarung dan diangkat menggunakan bambu besar.

Warga yang menandu pasien kemudian berjalan dengan sangat pelan agar tidak tergelincir atau terjatuh di jalan tersebut.

Jalan setapak yang dilaluli juga bukanlah kontur beraspal melainkan tanah dan batu.

Tempuh Jarak 9 KM Selama 5 Jam

Tempuh Jarak 9 KM Selama 5 Jam
Dok. Istimewa

Menurut Budi, jarak dari rumah pasien bernama Jalarudin hingga ke fasilitas kesehatan sekitar 9 kilometer.

Untuk mendapatkan pertolongan medis, Jalarudin yang menderita sakit pada dada usai terjatuh ini harus ditandu selama lima jam dengan salah satu rutenya adalah melintasi sungai dengan menggunakan rakit.

“Kita berjalan kaki itu kurang lebih 9 kilometer. Kemudian jangka waktu yang kami lewati itu sekitar 4 sampai 5 jam untuk kami lewati,” tambahnya.

Mendapat Pertolongan Medis

Setelah melewati berbagai medan terjal dan melintasi sungai, Jalarudin akhirnya berhasil ditangani oleh tim medis dari Puskesmas setempat.

Karena keterbatasan alat, Jalarudin kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hajjah Andi Depu agar tertangani dengan maksimal.

Beruntung, Jalarudin lekas mendapat pertolongan sehingga kondisinya bisa ditangani dengan cepat.

Bertahun-Tahun Rusak

Bertahun-Tahun Rusak
Dok. Istimewa

Adapun jalan di wilayah tersebut sudah bertahun-tahun mengalami kerusakan sehingga sulit dilalui kendaraan.

Ini membuat warga kesusahan, terutama saat membutuhkan pertolongan pertama terkait penanganan kesehatan. Warga sekitar berharap agar bisa segera memperbaiki fasilitas jalan, agar siapapun yang sakit mudah mendapat akses kesehatan.

“Ini sulit untuk mendapatkan pertolongan pertama bagi warga yang sakit di kampung,” tambahnya.

Rekomendasi