Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyakit Scabies Kucing, Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Penyakit Scabies Kucing, Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya kucing sakit. shutterstock

Merdeka.com - Hewan peliharaan memang sangatlah menggemaskan, terutama kucing. Memeliharanya merupakan salah satu cara untuk melepas stres di tengah rutinitas padat.

Tubuhnya yang mungil dan berbulu sertanya tingkahnya yang menggemaskan membuat banyak orang kagum dan ingin memelihara hewan berkaki empat tersebut.

Melihat kucing berlarian ke sana kemari menjadi semangat tersendiri ketika melepas penat di rumah. Agar selalu bisa menyaksikan pemandangan itu, tentu para pemilik kucing harus rajin menjaga kebersihan dan kesehatan kucingnya agar mereka bisa berumur panjang.

Karena itu, berhati-hatilah dengan penyakit scabies kucing. Meski terdengar seperti penyakit yang tidak berbahaya, namun jika tidak ditangani dengan baik akan merusak kulit kucing dan membuat kucing tidak nyaman dengan rasa gatal.

Berikut merdeka.com merangkum selengkapnya penyebab penyakit scabies kucing, gejala, beserta cara mengobatinya:

Penyebab Scabies Kucing

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular yang bisa dialami oleh manusia serta hewan, termasuk hewan berbulu seperti kucing. Sedangkan scabies kucing merupakan kudis pada kucing yang disebabkan oleh parasit yang disebut dengan Notoedres cati dan Sarcoptes scabiei.

Sarcoptes scabiei merupakan parasit dari keluarga Sarcoptidae. Parasit jenis ini akan masuk ke dalam kulit kucing dan kemudian menjadi scabies. Induk Sarcoptes scabiei biasanya akan bertelur di bawah kulit menyebabkan kucing menjadi gatal, hingga akhirnya muncul scabies kucing di area telinga.

Sedangkan Notoedres cati merupakan parasit dari sarcoptiformes family. Jenis parasit ini hampir sama dengan Sarcoptes scabiei var canis yang menyebabkan scabies pada anjing. Bedanya, jenis parasit ini lebih kecil, telurnya bulat dan anus punggung. Ukurannya begitu kecil, sehingga hanya bisa terlihat menggunakan mikroskop.

Scabies kucing menyebabkan kucing merasa sangat gatal. Biasanya, gatalnya menyerang area kepala terutama sekitar telinga. Pada kucing, penyakit ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal-gatal, iritasi kulit, bahkan kulit berkerak.

Scabies kucing dapat ditularkan melalui kontak fisik dengan hewan berbulu lain yang terkena scabies, atau kontak dengan barang-barang yang terdapat tungau Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati.

Scabies kucing umumnya lebih banyak menular pada sesama kucing. Namun, terkadang scabies dari kucing juga bisa menular pada manusia. Penularan ini biasanya juga bisa disebabkan oleh kutu atau tungau dari kucing.

Jenis Scabies Kucing

Scabies kucing memiliki beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:

1. Kudis Anjing (Sarcoptic Mange)

Meskipun sebutannya adalah kudis anjing, namun jenis scabies ini dapat menyerang kucing. Kucing yang terserang jenis scabies ini biasanya tertular melalui anjing yang telah terkena scabies sebelumnya. Scabies jenis ini dapat menyebabkan luka, rambut rontok, dan juga gatal.

2. Kudis Kucing (Notoedric Mange)

Kudis kucing adalah parasit yang berbeda dari kudis anjing, tetapi gejala yang ditimbulkannya serupa.

3. Tungau Telinga (Otodectic Mange)

Tungau telinga biasanya menempel dan menggali bagian telinga kucing. Tungau ini cenderung ditemukan di dalam saluran telinga, tetapi juga dapat mempengaruhi telinga bagian luar. Tungau ini biasanya menyebabkan gatal dan kerusakan pada gendang telinga kucing.

4. Walking Dandruff (Cheyletiellosis)

Tungau ini memiliki bentuk kecil dan putih yang bergerak di sekitar tubuh hewan peliharaan. Mereka mempengaruhi banyak jenis hewan peliharaan dan bisa menular ke manusia.

5. Trombiculosis

Tungau ini lebih dikenal sebagai chiggers, yaitu tungau yang menempel pada kulit kucing dan memakan darah sebelum jatuh. Tungau jenis ini terlihat seperti oval kecil berwarna oranye, dan sering muncul di kepala, cakar, atau perut kucing.

Gejala Scabies Kucing

Scabies kucing memiliki beberapa gejala umum. Apabila kucing peliharaan Anda menunjukkan gejala berikut, sudah bisa dipastikan ia terkena scabies kucing.

1. Kucing sering menjilat, menggigit, atau menggaruk area tubuh yang terkena tungau.

2. Area tubuh yang sering digaruk karena adanya tungau, dapat menyebabkan kerontokan bulu kucing.

3. Terlihat bercak bersisik pada kulit, luka, atau koreng.

4. Tungau telinga biasanya membuat kucing sering menggelengkan kepala atau meletakkan telinga pada lantai.

5. Tungau telinga juga sering menyebabkan kotoran dan residu tungau menumpuk di bagian telinga.

6. Bulu kucing menjadi rontok atau pitak.

7. Kulit kucing menjadi kemerahan dan mengalami iritasi dan kemerahan.

8. Kulit kucing berkerak atau berkerut, terutama pada area telinga.

Cara Mengatasi Scabies Kucing

Usai mengenal apa itu scabies kucing, jenis-jenisnya serta gejalanya. Maka selanjutnya adalah mengetahui cara penanganannya. Jika gejala yang disebutkan sebelumnya muncul di kucing Anda, tidak perlu panik karena dokter hewan akan mengatasinya.

Hal pertama yang harus dilakukan saat kucing terkena scabies adalah dengan segera membawa ke dokter. Dengan membawanya ke dokter akan mencegah mencegah penularan tungau ke hewan peliharaan lain yang ada di rumah.

Ketika kucing dibawa ke klinik, dokter hewan akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. biasanya  dokter akan mengambil bagian di area yang terkena dan melihatnya menggunakan mikroskop untuk memastikan bahwa benar ini adalah tungau atau scabies.

Setelah diperiksa, dokter akan meresepkan obat untuk membantu proses penyembuhan kucing peliharaan Anda. Adapun obat yang bisa digunakan adalah obat kutu dan heartworm. Selain itu, dokter juga akan menyarankan sampo khusus dan obat penenang untuk membuat kucing lebih rileks.

Selain itu dalam masa penyembuhan, kucing peliharaan yang terkena scabies kucing sebaiknya dipisahkan dari hewan peliharaan lainnya agar bisa terlindungi. Terakhir, Anda harus segera membersihkan tempat-tempat yang sering disinggahi dan disentuh kucing. Hal ini agar tungau bisa hilang dan tidak hinggap ke hewan peliharaan lain.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP