Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nenek Ini Tinggal di Kebun Sawit Milik Warga, Kondisi Rumahnya Memprihatinkan

Nenek Ini Tinggal di Kebun Sawit Milik Warga, Kondisi Rumahnya Memprihatinkan Nenek Ini Tinggal di Kebun Sawit Milik Warga, Kondisi Rumahnya Memprihatinkan. Instagram/@sergai_talk ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib pilu dialami oleh seorang nenek di Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara (Sumut). Ia harus rela tinggal jauh dari permukiman warga dan hidup di sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan.

Nenek berusia 75 tahun tersebut diketahui bernama Hariyani. Ia tinggal di Desa Silau Rakyat, tepatnya di Dusun 2, Sergai. Namun, bukannya hidup di tengah-tengah perkampungan, Hariyani justru tinggal di rumah reyotnya yang terletak di tengah-tengah kebun sawit milik warga.

Kondisi Hariyani yang memprihatinkan ini terungkap usai diunggah oleh akun Instagram @sergai_talk pada Selasa (16/11).

"Assalamualaikum, mohon izin didesa silau rakyat tepatnya di dusun 3 terdapat warga yang tinggal menyendiri ditengah kebun sawit milik warga," tulis caption di unggahan itu.

Kabarnya, di lokasi kebun sawit tempat rumah Hariyani berada tersebut bahkan tidak ada listrik. Kondisi Hariyani ini pun akhirnya menarik simpati dari sejumlah warga dan pemerintah desa setempat.

Berikut informasi selengkapnya.

Kondisi Rumah Reyot

nenek ini tinggal di kebun sawit milik warga kondisi rumahnya memprihatinkan

Instagram/@sergai_talk ©2021 Merdeka.com

Dalam video itu, tampak rumah milik Hariyani berdiri di kawasan kebun sawit. Kebun sawit tersebut diketahui bukan milik Hariyani, melainkan milik warga lain.

Jika dilihat dari luar, rumah tersebut terlihat sangat sederhana dan tidak besar. Dinding rumah Hariyani hanya terbuat dari tambalan kayu-kayu yang dipaku di tembok batu bata, di mana di sejumlah sisi banyak yang berlubang. Atap rumah pun hanya berupa seng yang sudah sangat berkarat.

Namun, kondisi bagian dalam rumah Hariyani ternyata lebih memprihatinkan. Tak ada penyekat ruang kamar, melainkan hanya satu kotak ruangan yang Ia pakai untuk tidur, makan, dan melakukan semua aktivitas. Ia pun tak memiliki perabotan, bahkan tak memiliki kasur untuk tidur.

Sementara untuk memasak, Hariyani hanya memiliki tungku kecil di teras rumahnya yang ala kadarnya. Ia biasa memasak di tungku tersebut dengan peralatan seadanya.

Hidup dari Bantuan Warga

nenek ini tinggal di kebun sawit milik warga kondisi rumahnya memprihatinkan

Instagram/@sergai_talk ©2021 Merdeka.com

Menurut keterangan di unggahan itu, Hariyani hanya tinggal bersama satu orang anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan. Tidak diketahui apakah Hariyani memiliki pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan anaknya, namun untuk makan sehari-hari Ia biasanya hanya mengandalkan bantuan dari warga.Warga biasanya memberikan bantuan berupa sembako kepada Hariyani. Namun, lantaran jarak rumah Hariyani yang sangat jauh dari pemukiman warga, lama kelamaan warga menjadi kesulitan untuk terus menerus memberikan bantuan. Oleh karena itu, dengan melihat kondisi Hariyani yang memprihatinkan tersebut, kabarnya Kepala Dusun (Kadus) bersama masyarakat sekitar berniat untuk merelokasi tempat tinggal Hariyani agar lebih dekat dengan permukiman warga.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP