Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
<b>Mengenal Sosok Datuk Itam, Pria Keturunan India Ini Torehkan Sejarah di Tapanuli Tengah</b><br>

Mengenal Sosok Datuk Itam, Pria Keturunan India Ini Torehkan Sejarah di Tapanuli Tengah

Pria keturunan India ini telah memberikan dampak dan menorehkan sejarah di wilayah Sorkam, sebuah kecamatan di Tapanuli Utara.

Pada masa kolonial banyak sekali orang-orang Asia yang berdatangan ke Nusanantara tepatnya di Sumatera Utara. Rata-rata mereka datang untuk mendapatkan peruntungan menjadi seorang pedagang.

Beberapa dari mereka memilih untuk menetap dan berbaur dengan masyarakat Pribumi. Alhasil, seiring berjalannya waktu terjadilah momentum akulturasi dan bahkan ajaran-ajaran agama yang mereka biasa lakukan di negara asal.

Di Tapanuli Tengah, ada satu sosok yang cukup memberikan dampak dan pengaruh bagi masyarakat di sana. Meski awalnya datang untuk berdagang, akan tetapi pria ini justru bisa memberikan pengaruh yang besar.

Siapakah sosok tersebut? Simak informasinya yang dirangkum oleh merdeka.com berikut ini.

Lahir di India

Sosok yang berpengaruh di Tapanuli Tengah ini bernama Abdul Muthalib yang memperoleh gelar Datuk Bandaharo Kayo karena kepiawaiannya dalam berdagang. Abdul Muthalib lahir di Nagur, India Selatan pada tahun 1760 ini kerap dikenal dengan sebutan Datuk Itam.

Mengutip dari situs indonesia.go.id, lahirnya nama Datuk Itam karena kulitnya yang berwarna hitam legam. Nama inilah yang justru familiar di kalangan masyarakat dan juga pemerintah Belanda saat itu.

Dikirim untuk Berdagang

Datuk Itam dikirim oleh Pemerintah Inggris untuk berdagang dan bekerja. Awal kisahnya, Datuk Itam dikirim ke Bengkulu terlebih dahulu. Seiring berjalannya waktu, kehadiran dirinya memberikan pengaruh besar.

Ketika di Bengkulu, ia membangun sebuah kampung bernama "Kampung Nagur" yang diambil dari nama daerah kelahirannya. Sampai sekarang, kawasan tersebut masih berdiri dan berubah nama menjadi Kampung Nala.

Selain membangun kampung, Datuk Itam juga menyebarkan ajaran agama Islam di Bengkulu. Bahkan, sosoknya dianggap pelopor penyebaran Islam di Bengkulu. Keahlian berdagangnya yang tinggi, ia kerap menjadai perantara dagang Inggris di sana.

Lebarkan Sayap

Atas kesuksesannya di bidang perdagangan membuat Datuk Itam mulai melebarkan sayap hingga ke Teluk Tapian Nauli, sebuah daerah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Semua ini bermula ketika Inggris berhasil menemukan daerah dengan potensi daya kapur baru, garam, dan kemenyan di Sumatera Utara dan berencana membuka kantor perwakilan dagang di Tapanuli Tengah. Mendengar kabar itu, Datuk Itam pun ikut berdagang di sana.

Beberapa sumber lain mengatakan bahwa Datuk Itam datang ke tempat ini karena mendapatkan tugas dari Pemerintah Inggris untuk memperkuat perwakilan dagang di Batak sekitar tahun 1793.

Di sisi lain, Datuk Itam tetap konsisten menyebarkan ajaran Islam di Poncan Ketek. Maka dari itu, sosoknya begitu terkenal sebagai pedagang sukses dan seorang pemuka agama Islam yang disegani.

Dirikan Sekolah

Sembari menyebarkan ajaran Islam di sana, Datuk Itam turut menderikan sekolah agama Islam tanpa membayar sepersenpun. Murid-murid yang belajar di sekolah ini rata-rata berasal dari seluruh wilayah Tapanuli.

Keuletan dan kepiawaian Datuk Itam dalam berdagang sekaligus menyebarkan ajaran Islam justru memberikan dampak positif dan mencatatkan sebuah sejarah yang akan terus dikenang hingga masa depan nanti.

Datuk Itam wafat pada tahun 1836 dan makamnya ada di Pulau Poncan Katek. Ia meninggalkan tiga orang istri dan enam orang anak.

Sosoknya juga akrab dengan masyarakat Pribumi karena semasa hidup Ia dikenal tidak segan membantu. 

Menguak Sejarah Kue Serabi di Kota Solo, Sudah Dikenal Sejak Era Kerajaan Mataram
Menguak Sejarah Kue Serabi di Kota Solo, Sudah Dikenal Sejak Era Kerajaan Mataram

Kemunculannya tidak bisa lepas dari Kue Apem yang dibawa dari India

Baca Selengkapnya icon-hand
Potret Penampakan Pesawat Luar Angkasa India Mendarat di Kutub Selatan Bulan, Sukses Jadi Negara Pertama di Dunia
Potret Penampakan Pesawat Luar Angkasa India Mendarat di Kutub Selatan Bulan, Sukses Jadi Negara Pertama di Dunia

Sejarah tercipta bagi Negara India usai Badan antariksa India (ISRO) berhasil mendaratkan pendarat Chandrayaan-3 di permukaan bulan pada Rabu (23/8) lalu.

Baca Selengkapnya icon-hand
7 Desember Hari Bendera Angkatan Bersenjata di India, Ketahui Sejarahnya
7 Desember Hari Bendera Angkatan Bersenjata di India, Ketahui Sejarahnya

Tentara memiliki peranan besar pada keamanan dan pertahanan negara.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
WN India Terlibat Penipuan Jual Beli Daging Kerbau, Kerugian Capai Rp15 Miliar
WN India Terlibat Penipuan Jual Beli Daging Kerbau, Kerugian Capai Rp15 Miliar

Kasus penipuan tersebut menyebabkan kerugian Rp15 miliar.

Baca Selengkapnya icon-hand
Segera Menikah di Usia 21 Tahun, Intip Momen Siraman Jharna Bhagwani  yang Kental dengan Adat Jawa
Segera Menikah di Usia 21 Tahun, Intip Momen Siraman Jharna Bhagwani yang Kental dengan Adat Jawa

Wanita berdarah India ini menggelar prosesi sungkeman dan siraman yang kental dengan adat Jawa.

Baca Selengkapnya icon-hand
Terkuak, Ini Alasan Masyarakat India Jago IT
Terkuak, Ini Alasan Masyarakat India Jago IT

Mau tahu mengapa masyarakat India jago IT, berikut ulasannya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bangga! Ambon Kirim Damar Senilai Rp12 Miliar ke India
Bangga! Ambon Kirim Damar Senilai Rp12 Miliar ke India

Bea Cukai Ambon mengantarkan ekspor komoditas damar milik Parshu Indonesia dengan tujuan pasar India.

Baca Selengkapnya icon-hand
CEK FAKTA: Wanita di India Lahirkan Ular Sampai Meninggal? Simak Faktanya
CEK FAKTA: Wanita di India Lahirkan Ular Sampai Meninggal? Simak Faktanya

Seorang wanita asal India dikabarkan meninggal setelah hamil anak kobra? Simak faktanya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Potret Sri Mulyani Ajak 4 Cucu Keliling Gedung Kemenkeu, Ceritakan Sejarah Jakarta
Potret Sri Mulyani Ajak 4 Cucu Keliling Gedung Kemenkeu, Ceritakan Sejarah Jakarta

Jakarta dulu bernama Batavia yang juga menjadi Pusat Pemerintahan Hindia Belanda.

Baca Selengkapnya icon-hand