Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Tradisi Mangarontas, Ritual Sebelum Mengolah Pohon Kemenyan Khas Suku Batak

Mengenal Tradisi Mangarontas, Ritual Sebelum Mengolah Pohon Kemenyan Khas Suku Batak Mengenal Tradisi Mangarontas, Ritual Sebelum Mengolah Pohon Kemenyan Khas Suku Batak. kebudayaan.kemdikbud.go.id ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemenyan merupakan komoditi yang diminati di bumi Nusantara dan mancanegara. Dulunya para pedagang dari China, Timur Tengah dan Eropa banyak yang membeli kemenyan dari penduduk lokal.

Komoditi ini dulunya dibeli oleh para pedagang dari luar Nusantara dan digunakan untuk pengawet mumi para raja di Romawi dan Fir'aun di negara Mesir. Kemenyan menjadi komoditi yang paling dicari pada saat itu, sehingga memiliki harga yang fantastis.

Di Sumatra Utara, Kemenyan menjadi salah satu komoditi yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Batak terutama yang berdomisili di kawasan Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan sekitarnya.

Para petani Kemenyan di Sumatra Utara memiliki sebuah ritual, mulai dari menggarap hingga memanen hasil dari getah dari pohon Kemenyan tersebut. Ritual itu bernama Mangarontas, yang wajib dilakukan oleh para petani kemenyan. Simak tradisi Mangarontas khas masyarakat Batak sebelum mengolah pohon Kemenyan berikut ini:

Bentuk Ucapan Doa

3 fakta menarik kemenyan pohon endemik asal sumatra utara yang jadi komoditi andalan

kebudayaan.kemdikbud.go.id ©2020 Merdeka.com

Ritual Mangarontas biasa dilakukan oleh para petani kemenyan atau Haminjon sebagai bentuk doa kepada yang maha kuasa agar diberi perlindungan dan keselamatan selama melakukan aktivitas di dalam hutan.

Melansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, ritual Mangarontas dilengkapi dengan beberapa jenis masakan khas Batak yang tentunya memiliki makna masing-masing.

Jenis masakan yang biasa disajikan di antaranya Manuk Napinadar, yang berarti para petani selalu sehat jasmani dalam proses pengerjaan Kemenyan. Selain itu, untuk mendapatkan berkat dari Tuhan agar dilindungi dari gangguan roh-roh yang ada di dalam hutan.

Ada juga masakan bernama Itak Gur-Gur agar hasil panen getah Kemenyan bisa keluar melimpah dan terakhir ada Sagu-Sagu. Semua sajian makanan khas Batak ini harus disantap pada saat ritual selesai dilakukan.

Ritual Turun Temurun

3 fakta menarik kemenyan pohon endemik asal sumatra utara yang jadi komoditi andalan

forda-mof.org ©2020 Merdeka.com

Keahlian dalam pelaksanaan ritual Mangarontas sudah melekat pada masyarakat petani sekitar. Dulunya terdapat sebuah legenda terkait Kemenyan yang diceritakan kepada setiap generasi.

Legenda tersebut menceritakan seorang ayah yang memiliki anak perempuan berparas jelita, tetapi sang ayah mempunyai utang kepada raja. Karena tidak sanggup membayarnya, sebagai gantinya sang ayah terpaksa menikahkan putrinya dengan sang raja.

Tidak terima dengan pernikahan tersebut, sang anak berlari ke dalam hutan dan berdoa agar dirinya berubah menjadi pohon. Akhirnya, doa tersebut dikabulkan dan menjadi pohon yang mengeluarkan getah harum. Dari getah itulah disebut namanya dengan kemenyan.

Masih Dilakukan hingga Sekarang

Sampai saat ini, Petani Kemenyan masih tetap mengumpulkan getah Kemenyan dari sumbernya untuk dikumpulkan kepada pengepul. Kemenyan dibawa ke Pulau Jawa untuk diolah menjadi bahan produksi.

Produksi Kemenyan saat ini sudah beralih menjadi bahan dasar dalam pengobatan untuk industri farmasi. Harum dari Kemenyan itu juga dijadikan bahan dasar parfum.

Ritual Mangarontas yang dilakukan oleh masyarakat Toba itu sudah tercatat dan ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2018.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP