Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Hewan Ruminansia: Ketahui Ciri-Ciri dan Pencernaannya

Mengenal Hewan Ruminansia: Ketahui Ciri-Ciri dan Pencernaannya Ilustrasi sapi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/DanVostok

Merdeka.com - Mengenal hewan ruminansia adalah salah satu pengetahuan penting yang perlu untuk dijelaskan dan diinformasikan kepada khalayak. Pasalnya, nama ruminansia mungkin masih awam bagi sebagian besar orang. Hewan ruminansia memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan hewan lain. Dalam artian, hewan ruminansia adalah hewan yang unik.

Namun, masih belum banyak informasi yang bisa didapatkan tentang hewan ruminansia ini. Orang-orang perlu mengeluarkan ekstra pikiran untuk mengetahui dan mengenal hewan ruminansia. Maka dari itu, perlu lebih banyak informasi untuk mengenal hewan ruminansia.

Dalam artikel-artikel lain, hanya disebutkan tentang apa saja hewan ruminansia. Namun, artikel ini akan menjelaskan secara detail supaya Anda bisa mengenal hewan ruminansia dengan jelas. Berikut ini ciri-ciri dan contoh hewan ruminansia yang perlu diketahui, dilansir dari berbagai sumber.

Pengertian Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia adalah hewan herbivora dengan sistem pencernaan yang terbagi menjadi dua fase atau langkah. Proses pencernaan hewan ruminansia ini berbeda dengan hewan lainnya. Dari cara mengunyah makanan hingga ke lambung dengan penyerapan nutrisinya memiliki keunikan dan berbeda dengan hewan lain.

hewan endemik indonesia

Ilustrasi hewan herbivora ©2022 Merdeka.com/indonesia.travel

Meskipun hewan ruminansia ini identik dengan hewan herbivora, akan tetapi tidak semua hewan herbivora tergolong sebagai hewan yang memiliki dua fase makan seperti halnya hewan ruminansia.

Dua fase makan yang disebutkan di atas dan dimiliki oleh hewan ruminansia yaitu ketika mengunyah dan memamah makanannya. Fase pertama terjadi ketika makanan baru saja masuk, makanan hanya akan dikunyah sebentar dan masih dalam tekstur yang kasar. Selanjutnya makanan akan disimpan di dalam rumen lambung.

Fase kedua adalah ketika rumen sudah penuh. Hewan ruminansia akan mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali hingga teksturnya lebih halus. Kemudian makanan tersebut masuk ke dalam lambung lagi.

Contoh hewan ruminansia adalah sapi, kambing, kerbau, jerapah, okapis, antelope, dan lain sebagainya. Hewan-hewan tersebut memiliki sistem pencernaan yang unik dan berbeda dengan hewan lainnya.

Ciri-Ciri Hewan Ruminansia

Setelah mengetahui pengertian dari hewan ruminansia, selanjutnya Anda juga perlu mengetahui ciri-ciri hewan ruminansia supaya bisa mengenal hewan ruminansia lebih dalam lagi. Berikut ini adalah ciri-ciri hewan ruminansia yang perlu diketahui:

1. Hewan ruminansia memiliki empat kaki, masing-masing memiliki dua jari. Selain itu, gigi seri hewan ruminansia juga berkurang, bahkan ada hewan ruminansia yang tidak memiliki gigi seri.

2. Hewan ruminansia memamah makanan dengan cepat, setelah itu, ia memuntahkan kembali makanannya dan mengunyahnya kembali.

3. Lambung pada hewan ruminansia mempunyai empat ruang yang fungsinya saling berkaitan. Masing-masing lambung dinamai rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.

4. Pada hewan ruminansia, sisa makanan dibuang melalui rektum dan anus.

Organ Pencernaan Hewan Ruminansia

Selanjutnya, untuk mengenal hewan ruminansia, Anda juga perlu untuk memahami organ-organ pencernaan yang ada pada hewan ruminansia. Berikut ini adalah organ-organ pada hewan ruminansia beserta fungsinya:

1. Rongga Mulut

Rongga mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan dan dimulainya proses pencernaan. Hewan ruminansia memiliki rahang yang menyamping yang digunakan untuk menggiling makanan.

2. Esofagus (Kerongkongan)

Esofagus berfungsi sebagai jalur penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Makanan dari rongga mulut hanya melewati esofagus saja tanpa melalui proses apapun. Hal tersebut terjadi karena kerongkongan hewan ruminansia memiliki jarak yang sangat pendek yaitu sekitar 5 cm.

3. Lambung

Makanan yang sudah melewati kerongkongan kemudian masuk ke dalam lambung. Proses pencernaan di lambung pada hewan ruminansia pertama hanya sekadar menyimpan makanan sementara. Selain itu, lambung berfungsi untuk proses pembusukan makanan dan menghasilkan enzim selulase yang dapat mengurai selulosa. 

Lambung hewan ruminansia dibagi menjadi empat bagian yaitu rumen yang berfungsi sebagai penyimpanan makanan sementara, retikulum berfungsi sebagai tempat mencampur makanan hingga menjadi gumpalan-gumpalan besar. Omasum berfungsi membantu proses penghalusan makanan secara kimiawi, dan abomasum yang berfungsi untuk mencerna gumpalan makanan melalui enzi, dan asam klorida.

4. Usus Halus

Bagian keempat adalah usus halus. Usus halus berfungsi menyerap sari-sari makanan yang telah diproses di dalam lambung. Sari-sari makanan yang telah diproses tersebut kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

5. Usus besar 

Usus besar pada hewan ruminansia khususnya sapi memiliki dua bagian dasar yaitu cecu, dan colon. Cecum berbentuk kantong yang berfungsi untuk mencabangkan diri dari usus besar dan terletak mengarah ke bawah. Sedangkan colon memiliki bentuk seperti gulungan dan terletak ke arah naik, datar, dan turun.

6. Anus

Ketika sari-sari makanan sudah diserap oleh usus halus dan disebarkan ke seluruh tubuh, sisa proses penyerapan akan dibawa menuju anus. Dan sisa ampas tersebut akan dikeluarkan melalui anus.

Demikian adalah beberapa penjelasan untuk mengenal hewan ruminansia yang berisi pengertian hewan ruminansia, ciri-ciri, dan sistem pencernaan hewan ruminansia. Semoga Anda bisa mengerti tentang hewan ruminansia dan mendapatkan hal baru tentang hewan ruminansia.

(mdk/mff)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP