Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menangis Haru, Nenek Ini Tak Percaya Rumah Reyotnya Direnovasi Walkot Medan

Menangis Haru, Nenek Ini Tak Percaya Rumah Reyotnya Direnovasi Walkot Medan Menangis Haru, Nenek Ini Tak Percaya Rumah Reyotnya Direnovasi Walkot Medan. Instagram/@humaspemkomedan ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kisah haru dialami oleh seorang nenek bernama Syarifah yang tinggal di Jalan Panglima Denai, Lingkungan 6, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Pasalnya, Nenek Syarifah yang selama ini tinggal seorang diri di sebuah rumah yang reyot dan tak layak huni ini, mendapat hadiah tak terduga dari Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Rumah yang sudah Ia tinggali selama puluhan tahun itu saat ini sedang dalam tahap proses renovasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan.

Melansir dari unggahan di akun Instagram @humaspemkomedan pada Kamis (25/3), berikut informasi selengkapnya.

Disulap Jadi Rumah Layak Huni

menangis haru nenek ini tak percaya rumah reyotnya direnovasi walkot medan

Instagram/@humaspemkomedan ©2021 Merdeka.com

Pembedahan dan renovasi rumah Nenek Syarifah sudah dimulai sejak Rabu (24/3). Kadis PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar mengatakan, rumah reyot Nenek Syarifah ini akan disulap menjadi rumah yang layak huni dan bebas banjir.

Bagian rumah yang direnovasi meliputi atap rumah yang selalu bocor dan meninggikan lantai kurang lebih 35 sentimeter agar tak lagi terendam banjir.

Nantinya konstruksi rumah yang tidak memiliki beberapa kolom akan diberi kolom, sedangkan dinding rumah yang belum diplester akan diplester.

Selain itu, wc yang selama ini berada di luar akan dipindah ke dalam rumah, mengingat usia Nenek Syarifah yang sudah sangat renta.

Hidup Seorang Diri

menangis haru nenek ini tak percaya rumah reyotnya direnovasi walkot medan

Instagram/@humaspemkomedan ©2021 Merdeka.com

Selama ini, nenek Syarifah tinggal di rumah tersebut seorang diri. Suaminya telah meninggal dunia sekitar 20 tahun silam. Sementara anak semata wayangnya tak pernah datang menjenguknya.Nenek Syarifah pun tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan hal tersebut kepada petugas yang datang ke rumahnya.

Tak Pernah Mimpi Rumahnya akan Direnovasi

menangis haru nenek ini tak percaya rumah reyotnya direnovasi walkot medan

Instagram/@humaspemkomedan ©2021 Merdeka.com

Sehari-harinya, Nenek Syarifah mencari nafkah dengan berjualan daun pisang dan buah kuini jika sedang musim.Dengan keterbatasan kondisi ekonomi dan usia yang tak lagi muda itu, Nenek Syarifah mengaku tak pernah bermimpi jika rumahnya yang reyot dan langganan banjir ini akan direnovasi.“Ya Allah, saya tidak menyangka rumah ini diperbaiki. Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa saya dan mengirimkan orang untuk memperbaikinya. Terima kasih Bapak Wali Kota atas perbaikan rumah yang dilakukan. Sebagai ungkap rasa syukur, setelah rumah ini selesai nanti, saya akan puasa selama tiga hari mulai Rabu, Kamis dan Jumat,” kata Nenek Syarifah sambil menangis terisak.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP