Konser yang digelar di Santika Dyandra Convention Center, Kota Medan, Sumatera Utara menampilkan Lyodra Ginting, Viky Sianipar, Alsant Nababan, Ogar Nababan, dan Maria Calista Pasaribu.
Selain itu menampilkan musisi lokal, konser Toba Harmoni ini juga berkolaborasi dengan DJ Cliffrs, Disk Jockey yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Kota Medan. DJ Cliffrs aktif mempromosikan keindahan Sumatera Utara lewat konten musiknya di Kanal YouTube.
Tema konser kali ini mengusung tema musik etnis dengan sentuhan musik internasional.
Advertisement
Konser yang Erat Dengan Daerah
Gelaran Konser Toba Harmoni membuat beberapa musisi lokal menjadikan konser ini tempat untuk belajar dan mendalami budaya-budaya asli Suku Batak.
Viky Sianipar, melalui Liputan6 (17/10) mengakui jika konsep Toba Harmoni ini erat dengan latar belakang. Ia menambahkan jika ada 3 alasan untuk menghadirkan Toba Harmoni. Pertama, tidak terlepas dari daerah lain yang sudah menggelar konser dengan membawa nama daerah.
Kedua, lanjutnya, selama dua tahun belakangan ini ia merasa terpanggil dan menemukan tempat belajar budaya batak yang sebenarnya.
Ketiga, membawa nama "Toba" pada konser Toba Harmoni bukan karena Batak Toba, tetapi Danau Toba. "Artinya, aslinya, dan asal mulanya," terang Viky.
Melalui konser ini Viky Sianipar bertujuan untuk menyebarkan semangatnya dengan musik, dan merangsang efek, serta memicu orang-orang yang merantau untuk pulang ke tanah asalnya, jati diri, keluarga, dan fitrah.
Advertisement
Gabungkan Musik Lokal dan Internasional
Kemeriahan konser Toba Harmoni tidak hanya membangkitkan kembali semangat kesenian dan budaya Suku Batak. Kolaborasi dengan musik-musik techno yang bergaya internasional menjadi perpaduan yang pas.
DJ Cliffrs yang rajin mempromosikan keindahan Sumatera Utara melalui karya musiknya. Ia pun berharap jika potensi kekayaan Sumatera Utara bisa masuk ke level internasional.
Hal ini diungkapkan oleh DJ Cliffrs, "Kalau dalam live performance, sebagai musisi, bisa memperkenalkan budaya secara lebih dalam melalui musik. Itu bedanya, tapi tujuan saya dasarnya sama. Sama-sama mengangkat potensi daerah Sumatera Utara yang seharusnya bisa masuk ke level internasional. Baik Wisatanya, budayanya, dan SDM-nya," tambahnya.