Hanya Ditemukan di Sumatra Utara, Ini 4 Fakta Ihan Batak yang Hampir Punah
Merdeka.com - Danau Toba begitu terkenal oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata yang begitu luar biasa indahnya. Bahkan, dibalik keindahannya terdapat berbagai legenda dan cerita rakyat yang sampai sekarang masih diwariskan secara turun temurun.
Bagi sebagian orang tidak mengetahui bahwa Danau Toba mempunyai biota endemik yang sudah berkembang biak sejak ratusan tahun lalu. Namanya adalah Neolissochilus Thienemanni atau yang biasa disebut dengan Ihan Batak.
Satwa yang hanya hidup di Danau Toba ini dulunya sebagai persembahan untuk upacara-upacara adat Batak, namun seiring berjalannya waktu, ikan ini sudah sulit dijumpai bahkan mendekati kepunahan.
Simak rangkuman fakta menarik dari Ikan Batak yang dirangkum dari beberapa sumber berikut ini.
Hewan Nokturnal
Melansir dari situs indonesia.go.id, apabila usianya sudah semakin besar, ikan Batak akan berenang di bebatuan dasar danau sampai kedalaman 15 meter. Ikan ini termasuk fauna nokturnal atau mencari makan pada malam hari.
Makanan utama dari ikan Batak biasanya siput, cacing, dan azolla atau sejenis tanaman yang tumbuh mengapung di permukaan air.
Ikan batak hidup di perairan dengan arus yang cukup deras, maka tak dipungkiri ikan ini mempunyai gerakan yang sangat cepat dan agresif. Butuh waktu 54 bulan bagi ikan batak untuk mencapai ukuran tubuh sepanjang 1 meter.
Jadi Makanan Sehari-hari

tobatabo.com ©2020 Merdeka.com
Melansir dari merdeka.com, ikan batak ini biasa dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. Meski begitu, beberapa wilayah di tanah Batak masih ada yang menganggap ikan batak sebagai ikan keramat alias tidak dikonsumsi.
Bagi orang yang mengonsumsi ikan ini, dipercaya akan mendapat kesialan, baik itu berupa sakit, atau musibah yang membawa kematian.
Persembahan Acara Adat
Masyarakat Batak sampai sekarang masih mempertahankan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhurnya. Maka dari itu, banyak dijumpai upacara-upacara adat yang masih terus dilaksanakan sekaligus melestarikan budaya Batak.
Berbicara acara adat, ikan batak rupanya juga sebagai bahan persembahan kepada Tuhan. Biasanya ikan ini akan disajikan saat acara-acara adat yang sakral.
Bagi masyarakat Batak, ikan ini bisa mendatangkan berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa, baik itu berupa kesehatan dan umur yang panjang, mendapat banyak keturunan, dan murah rezeki.
Ikan Dilindungi
Seiring berjalannya zaman, ikan batak semakin sulit ditemukan. Hal ini karena semakin maraknya penangkapan besar-besaran oleh nelayan dan para pemancing, lantaran harga ikan ini yang tergolong tinggi serta banyaknya permintaan masyarakat.
Menyadari ikan ini akan hilang, akhirnya pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis Surat Keputusan Menteri KKP nomor 1 Tahun 2021 tentang Jenis Ikan Yang Dilindungi. Artinya, ikan batak sudah masuk dalam jenis ikan yang berstatus hampir punah.
Untuk mencegah penangkapan besar-besaran terjadi, pemerintah turut mengawasi setiap penangkapan ikan batak oleh masyarakat, mulai dari kawasan Danau Toba maupun sungai-sungai kecil di sekitarnya.
(mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya