Juara Grup B, Belanda, dan runner up Grup A, Meksiko, kini bertarung di babak perdelapan final Piala Dunia 2014 di Stadion Castelao, Fortaleza, Minggu (29/6), dengan mengeluarkan Belanda keluar sebagai pemenangnya secara dramatis.Memiliki catatan kurang menyenangkan kala menghadapi Belanda, Meksiko tak gentar. Namun sejarah memang salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan hasil pertandingan. Terbukti Belanda bisa mengatasi perlawanan Meksiko dengan skor 2-1.Akan tetapi Belanda tidak saja mudah menekuk Meksiko. De Oranje harus berjuang hingga menit-menit akhir pertandingan untuk memastikan kemenangan. Berikut ini 4 alasan Belanda baru bisa menang di menit akhir lawan Meksiko yang berhasil dirangkum merdeka.com:
Advertisement
Meksiko terus melakukan pressing ketat di lini tengah pada babak pertama, juga sesekali berani keluar menyerang. Hasilnya, belum genap lima menit Meksiko sudah melakukan dua kali tendangan ke gawang Belanda. Sayang dua tendangan tersebut belum ada yang terlalu mengancam.Strategi yang dilakukan Miguel Herrera nyatanya berhasil meredam Belanda di babak pertama. Bahkan di awal babak kedua Meksiko bisa mencuri kemenangan lebih dulu.
Advertisement
Dengan dimatikannya aliran bola Belanda di lini tengah oleh pemain tengah Meksiko secara otomatis aliran bola ke depan menjadi tersendat. Dampaknya andalan lini depan Belanda, Robin van Persie dan Arjen Robben menjadi tampak kebingungan. van Persie pun harus ditarik di babak kedua digantikan oleh Klaas-Jan Huntelaar.Pergantian ini dirasa sukses ketika Huntelaar menjadi penentu kemenangan Belanda lewat titik putih.
Advertisement
Pembicaraan publik belakangan ini tertuju pada penampilan heroik kiper Meksiko, Guillermo Ochoa. Ochoa bermain sangat gemilang selama fase grup Piala Dunia 2014. Terbukti dirinya hanya satu kali kebobolan.Laga melawan Belanda dirinya juga bermain cemerlang, salah satunya saat menepis tendangan Stefan de Vrij yang berhasil meloloskan dari penjagaan pemain bertahan Meksiko.
Advertisement
Penyebab terakhir adalah faktor cuaca yang begitu panas di kota penyelenggara pertandingan, Fortaleza. Pada pertandingan Belanda melawan Meksiko suhu cuaca mencapai 32 derajat celcius. Sampai-sampai wasit harus memutuskan untuk dua kali melakukan Cooling Break yang masing-masing satu kali pada setiap babak.Tentu saja hal ini menjadi kerugian bagi Belanda, walaupun di babak kedua Belanda berhasil keluar dari permasalahan tersebut.