Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Bisa Dikesampingkan, Ketahui Peran Ayah dalam Keluarga

Tak Bisa Dikesampingkan, Ketahui Peran Ayah dalam Keluarga Ilustrasi ayah dan anak. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/MCarper

Merdeka.com - Orangtua baik ibu maupun ayah sama-sama memiliki peran yang penting terhadap buah hati. Peran ayah di dalam keluarga ini bisa semakin berkembang terutama pada masa kini.

Saat ini, banyak juga ayah yang bekerja dari rumah dan memperhatikan keluarganya, sehingga bisa dikatakan bahwa peran ayah dan ibu kini seimbang, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok usia produktif.

“Ayah sangat bisa menjadi role model dalam pembentukan keluarga, karena pembentukan keluarga bukan hanya dari pola makan, atau bersama dengan ibu supaya lebih dekat. Misalnya, ketika di rumah ayah suka mengonsumsi makanan yang tidak sehat, maka anak pasti ikutan," terang drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam sesi #TanyaAhlinya bersama Lemonilo untuk menyambut Hari Ayah Nasional beberapa waktu lalu.

"Biasanya anak juga ingin mengikuti profesi atau pekerjaan yang dilakoni oleh ayahnya. Sebetulnya pola-pola seperti ini juga bisa menjadi bagian dari pendidikan dan bisa dikaitkan dengan kesehatan, begitu juga kalau ayah dan ibu sangat peduli pada kesehatan apalagi pascapandemi, terutama kesehatan anaknya,” sambungnya.

Kartini melanjutkan, hal tersebut juga menjadi bagian dari peran ayah karena secara kedekatan ayah juga harus terlibat dalam mengasuh anak. Saat ini sudah banyak ayah dan ibu yang memutuskan mengasuh anak berdua, berbagi peran, dan tidak pakai pengasuh.

Keputusan ayah dan ibu untuk mengatsuh anak berdua ini tentu akan berpengaruh pada pendidikan anak. Kalau ayahnya suka berolahraga, maka anaknya akan mengikuti, sehingga ayah dan ibu harus memiliki peran yang sama.

“Kesetaraan gender bukan hanya ayah dan ibu sama-sama bekerja, tapi bagaimana keduanya saling memperhatikan. Peran ayah sangat penting, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan anak (1000 HPK) di mana ayah perlu mendampingi dan memperhatikan gizi dan kesehatan ibu dan anak sejak ibu hamil, melahirkan sampai usia 2 tahun, sehingga dapat mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera," jelas Kartini.

Peranan ayah ini juga bisa dilakukan bahkan pada masa sebelum hamil agar istri bisa melahirkan dalam kondisi sehat. Lebih lanjut, hal ini akan terus berlangsung hingga pada perkembangan dan pendidikan anak.

"Ayah harus memberikan perhatian pada gizi untuk istri dan anaknya. Kita harus mematahkan mitos yang tidak tepat, yaitu kalau ayah makan bagian dagingnya, ibu bagian kepalanya, anak dapat sisanya padahal justru semuanya harus sesuai dengan porsi yang baik dan benar. Di sini juga peran ayah ketika dia menjadi suami, dia harus menjaga kesehatan dirinya, istrinya, dan anaknya,” jelas Kartini.

Terakhir, Kartini menyampaikan bahwa di momentum Hari Ayah Nasional ini ayah harus menjadi suri tauladan bagi keluarga, termasuk masalah kesehatan dan pemenuhan gizi untuk keluarga.

“Peran ayah sangat penting, dia adalah role model dalam keluarga. Oleh karena itu, ayo ayah Indonesia, mari menjadi role model dalam kesehatan untuk membentuk keluarga yang lebih sehat,” tandasnya.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP