Soda diet berbahaya jika dicampur dengan alkohol
Merdeka.com - Kebanyakan orang mengira bahwa mencampur alkohol dengan soda diet, alih-alih menggunakan soft drink lain, adalah ide yang bagus untuk mengurangi asupan kalori. Ini adalah hal yang salah.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Alcoholism menemukan bahwa mengurangi alkohol dan mencampurnya dengan soda diet justru lebih berbahaya jika dibandingkan dengan mengurangi alkohol dan mencampurnya dengan soft drink.
"Penemuan ini sungguh mengejutkan," ungkap Cecile A Marczinski, asisten profesor Northern Kentucky University yang melakukan penelitian ini, seperti dilansir oleh ABC News (05/02).
Peneliti mengamati tiga jenis minuman. Pertama adalah vodka yang dicampur dengan minuman diet, kedua adalah vodka yang dicampur dengan minuman ringan biasa. Sementara yang ketika adalah minuman ringan biasa yang memiliki rasa vodka. Para partisipan diminta untuk meminum tiga jenis minuman tersebut, kemudian peneliti mengamati napas mereka.
Peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi vodka dicampur minuman soda diet memiliki napas yang paling banyak mengandung alkohol. Selain itu, mereka juga paling terpengaruh oleh efek alkohol.
"Kami menemukan perbedaan yang cukup besar di sini. Partisipan yang mengonsumsi soda diet dengan vodka memiliki kadar alkohol 18 persen lebih tinggi dalam darahnya, dibandingkan dengan alkohol yang bercampur minuman ringan biasa," ungkap Marczinki.
Peneliti menjelaskan bahwa minuman ringan biasa akan diserap secara wajar dalam tubuh dan menunda terserapnya alkohol. Sementara itu, diet soda tidak memiliki gula dan membuat lambung mempercepat proses penyerapan alkohol. Hal ini menyebabkan alkohol lebih cepat masuk ke aliran darah.
Marczinki menjelaskan bahwa dalam jangka waktu yang lama kebiasaan mengonsumsi alkohol dicampur soda diet ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius pada pelakunya. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya