Savant syndrome merupakan gangguan kesehatan yang bisa membuat seseorang menjadi jenius.
Beberapa kondisi atau masalah kesehatan bisa menyebabkan beberapa keanehan pada tubuh. Walau begitu, terdapat sejumlah masalah kesehatan yang malah membuat seseorang tampak jenius, salah satunya adalah savant syndrome ini.
Dilansir dari Verywell Mind, Savant Syndrome atau Sindrom Savant, adalah kondisi yang sangat jarang terjadi ketika seseorang menunjukkan bakat luar biasa. Saat mengalami masalah ini, umumnya seseorang juga hidup dengan gangguan neurodevelopmental, seperti autisme.
Meskipun kondisi ini mungkin terdengar tidak begitu umum, pemahaman tentang Sindrom Savant adalah penting untuk mengetahui bagaimana hal ini memengaruhi individu yang mengalaminya. Artikel ini akan membahas apa itu Sindrom Savant, gejalanya, hubungannya dengan autisme, dan bagaimana seseorang yang hidup dengan kondisi ini dapat menghadapinya.
Advertisement
Advertisement
Apa Itu Sindrom Savant?
Sindrom Savant adalah kondisi yang menghasilkan bakat luar biasa dalam satu atau lebih bidang tertentu, seperti matematika, musik, seni, atau bahkan perhitungan kalender, sementara kemampuan di bidang lain mungkin tetap terbatas atau bahkan terhambat. Kondisi ini pertama kali disebutkan pada akhir abad ke-18 dan menjadi lebih dikenal melalui film "Rain Man."
Dr. Ketan Parmar, seorang psikiater di ClinicSpots, menjelaskan bahwa orang dengan Sindrom Savant seringkali memiliki kreativitas yang tinggi dalam bidang-bidang tertentu, tetapi mereka mungkin menghadapi kesulitan dalam melakukan aktivitas yang memerlukan keterampilan yang kurang spesifik. Gejala sindrom ini biasanya muncul pada orang muda atau setelah seseorang mengalami cedera otak traumatis.
Advertisement
Gejala Sindrom Savant
Savant Syndrome memiliki beberapa gejala khas yang dapat membantu dalam mengenali kondisi ini. Beberapa gejala umum meliputi:
Sensitivitas Sensorik TinggiOrang dengan Sindrom Savant sering memiliki sensitivitas sensorik yang sangat tinggi, yang berarti mereka sangat peka terhadap rangsangan seperti suara, cahaya, atau tekstur tertentu.
Perilaku Obsesif
Beberapa individu dengan Sindrom Savant mungkin menunjukkan perilaku obsesif, seperti melakukan tindakan tertentu berulang kali atau fokus pada suatu gagasan atau objek dengan intensitas yang tinggi.
Advertisement
Kemampuan Teknis dan/atau Spasial
Beberapa yang mengalami sindrom ini dapat memiliki kemampuan teknis atau spasial yang luar biasa. Mereka mungkin sangat terampil dalam memahami dan menggunakan alat atau perangkat tertentu.
SistematisasiSistematisasi adalah kemampuan untuk menciptakan urutan atau struktur tertentu dalam berbagai konteks. Orang dengan Sindrom Savant mungkin memiliki kemampuan sistematisasi yang kuat dalam bidang mereka yang unggul.
Selain gejala-gejala umum ini, savants juga dapat memiliki kemampuan luar biasa dalam berbagai bidang seperti matematika, musik, seni, perhitungan kalender, dan daya ingat. Misalnya, beberapa dari mereka bisa dengan cepat dan akurat mengatakan hari apa tanggal tertentu atau mendengarkan komposisi musik yang kompleks sekali dan kemudian merekam ulangnya.
Advertisement
Hubungan dengan Autisme
Salah satu aspek penting dalam pemahaman Sindrom Savant adalah hubungannya dengan autisme. Sindrom Savant lebih sering terjadi pada individu yang juga hidup dengan autisme. Meskipun tidak semua orang dengan autisme mengalami sindrom ini, hubungannya dengan autisme cukup signifikan.
Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa Sindrom Savant hanya terjadi pada individu dengan autisme. Namun, Dr. Zishan Khan, seorang psikiater dengan Mindpath Health, menjelaskan bahwa seseorang bisa memiliki Sindrom Savant tanpa harus memiliki autisme. Meskipun hubungan antara kedua kondisi ini kuat, Sindrom Savant juga dapat ditemukan pada individu yang tidak memiliki autisme.
Advertisement
Mengelola Sindrom Savant
Savant Syndrome adalah kondisi yang unik dan kompleks, oleh karena itu, individu yang mengalami kondisi ini mungkin memerlukan dukungan khusus dan pendidikan yang sesuai.
Dr. Parmar menekankan pentingnya memberikan dukungan emosional, dorongan, dan panduan kepada mereka saat mereka menjelajahi dan mengembangkan keterampilan mereka. Dengan intervensi yang tepat, individu dengan Sindrom Savant dapat belajar bagaimana menjalani kehidupan yang sukses seiring dengan keterampilan luar biasa yang mereka miliki.
Penting untuk diingat bahwa Sindrom Savant bukanlah penyakit yang perlu diobati atau disembuhkan. Meskipun beberapa individu yang mengalami kondisi ini mungkin memiliki gangguan lain yang memerlukan perawatan, Sindrom Savant itu sendiri tidak dianggap sebagai gangguan yang problematis. Dukungan dan bimbingan yang tak terbatas dari orang-orang yang peduli adalah hal terbaik yang dapat diberikan kepada individu yang mengalami Sindrom Savant.
Advertisement
Dengan dukungan dan panduan yang tepat, penderita Savant Syndrome dapat mengembangkan potensi mereka dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.