Antara Oatmeal dan Beras Merah, Mana yang Lebih Menyehatkan?

Oatmeal dan beras merah menjadi pilihan makanan sehat sebagai pengganti beras putih.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Antara Oatmeal dan Beras Merah, Mana yang Lebih Menyehatkan?
Antara Oatmeal dan Beras Merah, Mana yang Lebih Menyehatkan? (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Makanan sehat merupakan hal yang penting untuk dikonsumsi karena kandungan luar biasa di dalamnya. Salah satu jenis makanan sehat ini adalah whole grain atau produk olahan biji-bijian utuh berupa roti maupun tepung.

Dua dari makanan sehat yang kerap menjadi alternatif pengganti beras putih dan roti adalah beras merah dan oatmeal. Namun, mana yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan?

Baik beras merah dan oatmeal sendiri merupakan makanan yang biasa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Selain itu, keduanya juga bisa menjadi pilihan yang sehat bagi mereka dengan kondisi kesehatan tertentu.

Perbandingan Kalori, Lemak, dan Protein

Perbandingan Kalori, Lemak, dan Protein
Dok. Istimewa

Dilansir dari Live Strong, perbedaan pertama yang muncul adalah dalam hal kalori. Satu cangkir beras merah yang dimasak mengandung sekitar 216 kalori, sementara satu cangkir oatmeal yang dimasak hanya mengandung sekitar 145 kalori. 

Meskipun ada perbedaan kalori, beras merah dan oatmeal memberikan jumlah lemak dan protein yang sebanding. Keduanya mengandung sekitar dua gram lemak dan oatmeal memiliki sedikit lebih banyak protein dengan enam gram, sedangkan beras merah memiliki lima gram protein.

Kandungan Karbohidrat

Kandungan Karbohidrat
Dok. Istimewa

Perbedaan kalori antara beras merah dan oatmeal berasal dari jumlah karbohidrat yang terkandung di dalamnya. Satu porsi beras merah memberikan sekitar 45 gram karbohidrat, sementara satu porsi oatmeal hanya mengandung sekitar 25 gram karbohidrat.

Jika Anda memiliki diabetes atau menerapkan diet rendah karbohidrat, oatmeal bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Keduanya juga mengandung sekitar empat gram serat pangan, yang membantu pencernaan, mengatur kolesterol, dan mengelola berat badan.

Kandungan Vitamin

Kandungan Vitamin
Dok. Istimewa

Tubuh kita membutuhkan vitamin untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Mengonsumsi beras merah maupun oatmeal dapat membantu memenuhi kebutuhan harian terhadap vitamin B seperti tiamin, niacin, dan B-6.

Beras merah lebih tinggi dalam niacin dan B-6 dibandingkan dengan oatmeal, sedangkan oatmeal memiliki lebih banyak tiamin daripada beras merah. Ketiga vitamin B ini berperan dalam metabolisme energi, fungsi otot, saraf, jantung, serta menjaga kesehatan kulit, sistem kekebalan tubuh, dan pencernaan.

Kandungan Mineral di Dalamnya

Kandungan Mineral di Dalamnya<br>
Dok. Istimewa

Selain vitamin, baik beras merah maupun oatmeal mengandung mineral penting. Keduanya mengandung zat besi, magnesium, fosfor, mangan, dan selenium. 

Oatmeal memiliki dua kali lipat zat besi dibandingkan dengan beras merah. Namun, beras merah sedikit lebih tinggi dalam magnesium dan mangan, yang berperan dalam fungsi otot, pengaturan tekanan darah, pembentukan protein, serta berbagai aspek kesehatan lainnya.

Baik beras merah maupun oatmeal memerlukan proses memasak sebelum bisa dimakan. Beras merah memerlukan waktu yang lebih lama, sekitar 45 menit hingga satu jam, sementara oatmeal biasa hanya memerlukan sekitar tujuh menit untuk dimasak.

Setelah dimasak, beras merah sering digunakan sebagai pengganti beras putih. Sementara itu, Oatmeal biasanya digunakan sebagai sereal sarapan hangat dengan campuran granola atau dengan buah.

Baik beras merah maupun oatmeal adalah pilihan yang sehat sebagai pengganti nasi putih. Namun, jika Anda ingin mengurangi kalori dan karbohidrat, oatmeal mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Di sisi lain, beras merah memiliki keunggulan dalam kandungan mineral tertentu.

Beras merah dan oatmeal memiliki keunggulan sendiri sehingga pemilihannya tergantung hidangan yang Anda konsumsi.

Beras merah dan oatmeal memiliki keunggulan sendiri sehingga pemilihannya tergantung hidangan yang Anda konsumsi.
Dok. Istimewa
Rekomendasi