Musim Pancaroba Datang, Ini Tips Menghadapi Ancaman Masuk Angin

Masuk angin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan suhu, infeksi virus, atau paparan angin dingin.

Panji Prayitno
Oleh Panji Prayitno - Reporter
Musim Pancaroba Datang, Ini Tips Menghadapi Ancaman Masuk Angin
Musim Pancaroba Datang, Ini Tips Menghadapi Ancaman Masuk Angin (Merdeka.com)

Musim pancaroba telah tiba, dan bersamaan dengan perubahan cuaca ekstrem, tubuh kita rentan mengalami kontraksi dan perubahan yang dapat menyebabkan masuk angin.

Kondisi ini umum terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan suhu, infeksi virus, atau paparan angin dingin. Bagaimana kita bisa mencegah masuk angin saat musim pancaroba?
Dok. Istimewa
Mengenal Masuk Angin: Mitos dan Fakta
Dok. Istimewa

Masuk angin adalah istilah yang akrab di telinga masyarakat Indonesia ketika tubuh terasa tidak enak. Meskipun banyak yang percaya bahwa masuk angin disebabkan oleh terlalu banyak udara atau angin yang masuk ke tubuh, sebenarnya ini adalah mitos. Gangguan kesehatan dengan gejala mirip masuk angin sebenarnya disebut flu atau common cold.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Faktanya, daya tahan tubuh mudah menurun terlebih saat musim pancaroba. Suhu udara yang berubah-ubah dan intensitas sinar matahari yang menurun dapat berdampak pada daya tahan tubuh," kata Dr. Fitri, seorang ahli kesehatan.

Penyebab Masuk Angin: Musim Pancaroba dan Daya Tahan Tubuh
Dok. Istimewa

Musim pancaroba membawa perubahan suhu udara yang signifikan. Daya tahan tubuh harus terus menyesuaikan diri, dan inilah yang dapat meningkatkan risiko terkena masuk angin.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Perubahan suhu udara membuat tubuh terus menyesuaikan diri sehingga dapat berdampak pada daya tahan tubuh. Sinar matahari yang kurang intensitas juga berpengaruh pada sintesis vitamin D, yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh," jelas Dr. Fitri.

Gejala Masuk Angin: Kenali Tanda-tandanya
Dok. Istimewa

Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:
- Pusing
- Demam
- Perut kembung
- Mual
- Radang tenggorokan
- Pilek dan hidung tersumbat
- Batuk
- Lemas
-Nyeri otot dan sendi
- Diare
- Cenderung sering buang gas.

Tips Cegah Masuk Angin: Jahe, Eucalyptus, dan Istirahat Cukup
Dok. Istimewa

Jahe memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Minum segelas air hangat dengan jahe atau jus jahe segar dapat membantu mengurangi gejala masuk angin.

2. Konsumsi Makanan Mudah Dicerna
Saat mengalami masuk angin, pilih makanan yang mudah dicerna seperti sup ayam atau bubur. Hindari makanan pedas, berlemak, dan berminyak.

3. Minum Banyak Air Putih
Tubuh cenderung kehilangan cairan saat mengalami masuk angin. Pastikan untuk minum cukup air putih agar tubuh tetap terhidrasi.

4. Obat Gosok dengan Eucalyptus
Eucalyptus, terkenal dengan khasiatnya, dapat digunakan untuk meredakan batuk. Obat gosok dengan eucalyptus oil, menthol, dan camphor dapat membantu mengatasi gejala masuk angin.

5. Gunakan Kompres Hangat
Kompres hangat dapat membantu meredakan ketegangan otot. Letakkan kain bersih yang direndam dalam air hangat di area yang terkena selama beberapa menit.

6. Istirahat yang Cukup
© 2023 merdeka.com

Istirahat adalah kunci untuk pulih dari masuk angin. Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas berat. Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih, dan istirahat yang cukup dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan Tambahan: Jaket, Olahraga, dan Vitamin C
Dok. Istimewa

1. Kenakan Jaket Ketika Bepergian

Pastikan untuk mengenakan jaket yang tertutup saat bepergian di udara malam. Ini dapat melindungi tubuh dari angin dingin yang dapat memicu masuk angin.

2. Rutin Berolahraga dan Konsumsi Makanan Bergizi
Olahraga secara teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Pastikan untuk mengimbangi dengan asupan makanan bergizi dan hindari merokok.

3. Pakai Humidifier
Humidifier dapat menambah kelembapan udara di dalam ruangan, membantu meredakan hidung tersumbat.

4. Konsumsi Vitamin C
Dok. Istimewa

Meskipun tidak sepenuhnya mencegah, vitamin C dapat mempersingkat durasi gejala masuk angin. Ini bermanfaat terutama bagi yang berisiko tinggi terkena common cold.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kita dapat menghadapi musim pancaroba dengan lebih siap dan mencegah masuk angin mengganggu keseharian.
Dok. Istimewa
Jika gejala tidak membaik, konsultasikan dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut.
Dok. Istimewa

Ingatlah, menjaga daya tahan tubuh adalah kunci untuk menghadapi perubahan cuaca dan musim.

Rekomendasi