Penggunaan tisu basah bayi sebagai alternatif tisu toilet sering kali dianggap sepele. Banyak orang dewasa berpendapat bahwa tisu basah bayi dapat memberikan kebersihan yang lebih baik pada area pribadi, terutama setelah melakukan buang air besar.
Namun, dokter dermatologi Joshua Zeichner dari Mount Sinai Hospital, AS, mengingatkan bahwa adanya pewangi dalam tisu basah bayi dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa individu. Terdapat beberapa masalah yang mungkin timbul jika penggunaan tisu basah bayi untuk membersihkan organ intim dilakukan secara terus-menerus.
1. Memicu Iritasi Kulit
Daripada memberikan kebersihan yang diharapkan, penggunaan tisu basah bayi justru dapat menyebabkan iritasi pada kulit bagi sebagian orang.
"Pewangi dan bahan pengawet yang terkandung dalam tisu merupakan sumber utama alergi kulit," ungkap Zeichner, seperti yang dikutip dari Everyday Health pada Kamis, 3 Desember 2025.
Bahan-bahan aktif dalam tisu ini bisa mengganggu keseimbangan kulit yang sensitif di area intim, sehingga memicu berbagai gejala yang tidak nyaman, bahkan menyakitkan, seperti kulit kering, gatal, rasa terbakar atau perih, dan pengelupasan kulit.
Advertisement
Bagi beberapa individu yang memiliki riwayat masalah kulit seperti eksim, penggunaan tisu basah dapat memperburuk kondisi yang sudah ada. Salah satu penyebabnya adalah adanya bahan pengawet yang terkandung dalam tisu basah tersebut.
"Saya sama sekali tidak merekomendasikan penggunaannya pada orang yang memiliki dasar kulit kering atau kondisi seperti eksim. Bahkan tisu basah yang bebas pewangi pun masih dapat memicu iritasi," ujar Zeichner.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan alternatif lain yang lebih aman bagi kulit sensitif.
Penggunaan tisu basah sering kali dianggap praktis, namun tidak semua orang dapat menggunakannya dengan aman. Terutama bagi mereka yang memiliki masalah kulit seperti eksim, tisu basah dapat menambah masalah yang ada.
"Saya sama sekali tidak merekomendasikan penggunaannya pada orang yang memiliki dasar kulit kering atau kondisi seperti eksim. Bahkan tisu basah yang bebas pewangi pun masih dapat memicu iritasi," ujar Zeichner.
Maka dari itu, sebaiknya pengguna dengan riwayat kulit sensitif mencari solusi pembersihan yang lebih sesuai dengan kondisi kulit mereka.
Advertisement
Penggunaan tisu basah bayi pada area intim dapat menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya adalah vaginitis, yang merupakan iritasi atau peradangan pada vagina atau vulva. Menurut informasi dari pusat kesehatan Planned Parenthood, vaginitis muncul akibat gangguan pada flora vagina yang dapat disebabkan oleh reaksi atau sensitivitas terhadap produk tisu basah bayi.
"Karena vagina mampu membersihkan dirinya sendiri, mencoba membersihkan bagian dalamnya justru dapat memperparah iritasi," katanya.
Oleh karena itu, jika Anda memilih untuk menggunakan tisu basah bayi, sebaiknya hanya digunakan pada area luar vagina dan tidak di dalam alat kelamin atau anus. Jika perlu membersihkan dengan tisu basah, pilihlah produk yang tidak mengandung parfum serta bebas dari alkohol, bahan kimia, dan bahan tambahan seperti paraben, sulfat, dan pewarna sintetis.
Advertisement
Zeichner menyarankan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan area pribadi tanpa harus bergantung pada tisu basah. Terdapat beberapa alternatif yang dianggap lebih aman dan tetap efektif untuk membersihkan organ intim.
1. Tisu Toilet dan Air
Tisu toilet yang tidak mengandung pewangi dan pewarna merupakan pilihan yang paling aman untuk digunakan sehari-hari. Tisu ini bisa dibasahi dengan sedikit air untuk membantu membersihkan area tersebut secara menyeluruh. Proses pembersihan sebaiknya dilakukan dengan lembut, tanpa menggosok terlalu keras, agar tidak menimbulkan gesekan yang dapat menyebabkan iritasi atau kemerahan pada kulit.
2. Bidet
Selain itu, percikan air dari bidet juga terbukti cukup efektif untuk menjaga kebersihan area pribadi. Penggunaan air dapat mengurangi ketergantungan pada produk berbahan kimia dan membantu membersihkan secara menyeluruh tanpa mengiritasi kulit. Alternatif lain yang serupa adalah penggunaan hand shower, yang mampu memberikan hasil pembersihan yang sama dengan cara yang praktis dan higienis.