Selain mengikuti program diet, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat guna menurunkan berat badan, salah satunya adalah dengan melakukan olahraga.
Di masyarakat, sering terjadi perdebatan mengenai mana yang lebih efektif antara olahraga singkat secara rutin atau sesi olahraga panjang yang dilakukan di akhir pekan.
Pertanyaannya, mana yang lebih baik untuk mendukung program penurunan berat badan Anda?
Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan, Waluyo Dwi Cahyono, yang lebih penting adalah konsistensi daripada intensitas yang dilakukan secara sporadis.
"Lima belas menit cukup, kalau kita bisa lakukan tiap hari lebih bagus. Minimal seminggu tiga kali," kata dia saat ditemui di Jakarta pada peluncuran Halofit, klinik obesitas digital dari Halodoc dikutip dari Liputan6, Jumat (17/10).
Sayangnya, banyak orang hanya meluangkan waktu untuk berolahraga pada hari libur, seperti Minggu, dengan durasi yang panjang.
"Orang sering salah, olahraganya cuma hari Minggu saja pas car free day, tapi dari pagi sampai sore, enggak efektif," ungkapnya.
Ini menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih baik adalah dengan berolahraga secara teratur, meskipun dalam durasi yang lebih singkat, untuk mencapai hasil yang optimal dalam penurunan berat badan.
Advertisement
Ia mengungkapkan bahwa keuntungan dari berolahraga akan terasa ketika tubuh mendapatkan stimulasi yang teratur dan ritmik, bukan hanya berdasarkan lamanya waktu berlatih dalam satu sesi.
Melakukan latihan yang ringan namun konsisten lebih mudah untuk dipertahankan dan dapat mendukung kestabilan metabolisme tubuh.
"Yang penting itu ritmik dan berulang-ulang, bukan lama," jelasnya.
Advertisement
Waluyo menyatakan bahwa pada tahap awal, tidak perlu melakukan olahraga yang berat, terutama bagi mereka yang mengalami obesitas atau memiliki masalah pada sendi. Aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing.
"Kalau sudah ada komplikasi lutut, nggak disarankan jogging. Mungkin statis di tempat saja, atau bersepeda, atau angkat beban, boleh," tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa hasil optimal akan diperoleh jika olahraga dilakukan secara bertahap dan konsisten, bukan dengan memaksakan diri dalam waktu singkat.
"Kuncinya itu disiplin, bukan memforsir tubuh," kata Waluyo.
Selain itu, ia merekomendasikan untuk melakukan variasi dalam jenis olahraga yang dilakukan. Hal ini bertujuan agar tubuh tetap aktif tanpa meningkatkan risiko cedera.