Mitos atau Fakta: Benarkah Bayi Laki-laki Lebih Banyak Makan Dibanding Bayi Perempuan?

Benarkah bayi laki-laki selalu makan lebih banyak daripada bayi perempuan? Temukan fakta ilmiahnya.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Mitos atau Fakta: Benarkah Bayi Laki-laki Lebih Banyak Makan Dibanding Bayi Perempuan?
Mitos atau Fakta: Benarkah Bayi Laki-laki Lebih Banyak Makan Dibanding Bayi Perempuan? (Merdeka.com)

Pertanyaan seputar pola makan bayi seringkali muncul di benak para orang tua, terutama bagi mereka yang baru pertama kali memiliki buah hati. Salah satu mitos yang beredar luas adalah anggapan bahwa bayi laki-laki cenderung makan lebih banyak daripada bayi perempuan. Namun, benarkah demikian? Apakah perbedaan jenis kelamin benar-benar memengaruhi jumlah asupan makanan pada bayi? Jawabannya, tidak sesederhana itu.

Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang kuat mendukung pernyataan bahwa bayi laki-laki secara inheren mengonsumsi lebih banyak makanan dibandingkan bayi perempuan. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan kecenderungan ibu hamil dengan bayi laki-laki mengonsumsi lebih banyak kalori—sekitar 10% lebih tinggi—ini tidak serta-merta membuktikan bayi laki-laki makan lebih banyak setelah lahir. Peningkatan asupan kalori pada ibu hamil mungkin disebabkan oleh faktor hormonal atau kebutuhan energi janin yang lebih tinggi, bukan karena jenis kelamin bayi.

Perlu dipahami bahwa kebutuhan kalori setiap bayi sangat individual dan bervariasi. Banyak faktor yang memengaruhi jumlah asupan makanan, termasuk usia, tingkat aktivitas, metabolisme individu, dan faktor genetik. Jenis kelamin bukanlah penentu utama dalam hal ini. Justru, memperhatikan faktor-faktor individual tersebut jauh lebih penting dalam menentukan kebutuhan nutrisi bayi.

Memahami Kebutuhan Kalori Bayi

Pada usia 0-3 tahun, kebutuhan kalori harian bayi laki-laki dan perempuan nyaris identik. Perbedaan baru terlihat signifikan pada masa remaja, di mana anak laki-laki memang membutuhkan lebih banyak kalori. Namun, ini bukan karena mereka makan lebih banyak, melainkan karena perbedaan dalam tingkat pertumbuhan dan perkembangan fisik yang lebih pesat. Anak laki-laki mengalami peningkatan massa otot dan tinggi badan yang lebih signifikan dibandingkan anak perempuan pada masa pubertas, sehingga kebutuhan energi mereka pun lebih besar.

Beberapa penelitian telah meneliti perbedaan asupan makanan pada bayi berdasarkan jenis kelamin, namun hasilnya tidak konsisten. Banyak penelitian yang justru menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan. Variasi dalam asupan makanan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti berat badan lahir, pola menyusui, dan faktor lingkungan.

Sebagai contoh, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal *The American Journal of Clinical Nutrition* menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam asupan energi antara bayi laki-laki dan perempuan pada usia 6 bulan. Studi lain yang dilakukan oleh *The Journal of Pediatrics* juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa variasi asupan makanan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor individual daripada jenis kelamin.

Ilustrasi Bayi Makan
Ilustrasi Bayi Makan Pexels

Mitos vs. Fakta: Membedakan Kebenaran

Banyak mitos seputar kehamilan dan pola makan bayi yang beredar di masyarakat. Salah satu yang perlu diluruskan adalah mitos bahwa bayi laki-laki selalu lebih rakus. Mitos ini seringkali membuat orang tua merasa khawatir jika bayi perempuan mereka makan lebih sedikit daripada yang mereka harapkan. Padahal, setiap bayi memiliki ritme makannya sendiri, dan ini tidak selalu berhubungan dengan jenis kelamin.

Penting untuk diingat bahwa setiap bayi unik. Beberapa bayi mungkin makan lebih banyak, sementara yang lain makan lebih sedikit. Ini merupakan hal yang normal, selama bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Jangan terpaku pada mitos dan angka-angka umum. Lebih baik fokus pada tanda-tanda kesehatan bayi, seperti berat badan, tinggi badan, dan aktivitasnya.

Alih-alih terpaku pada jenis kelamin, lebih bijak untuk memperhatikan tanda-tanda lain yang menunjukkan apakah bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Jika bayi tampak sehat, aktif, dan berat badannya naik secara normal, maka tidak perlu khawatir meskipun jumlah asupan makanannya berbeda dari bayi lain.

Kesimpulannya, tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung klaim bahwa bayi laki-laki selalu makan lebih banyak daripada bayi perempuan. Kebutuhan nutrisi bayi sangat individual dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, bukan hanya jenis kelamin. Sebagai orang tua, fokuslah pada pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan, serta konsultasikan selalu dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang tepat mengenai nutrisi bayi Anda. Jangan sampai mitos-mitos yang tidak berdasar justru membuat Anda cemas dan salah dalam merawat si kecil.

Rekomendasi