Hari Valentine identik dengan cokelat sebagai simbol cinta, tetapi cokelat juga memiliki manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak. Namun, tidak semua jenis cokelat memberikan manfaat yang sama, sehingga penting untuk memilih yang paling sehat.
Semua cokelat berasal dari tanaman kakao, yang bijinya diolah melalui proses fermentasi, pengeringan, dan pemanggangan. Setelah itu, biji kakao diekstraksi, digiling, dan dicairkan menjadi padatan kakao serta mentega kakao yang digunakan dalam berbagai produk cokelat.
Di pasaran, terdapat berbagai jenis cokelat dengan karakteristik yang berbeda. Setidaknya ada tiga kategori utama cokelat yang umum ditemukan dan memiliki rasa serta manfaat kesehatan yang beragam.
Advertisement
Cokelat Susu adalah Jenis Cokelat yang Mengandung Susu
Cokelat susu memiliki perbedaan utama dibandingkan dengan cokelat hitam, terutama dalam komposisinya. Proses pembuatannya melibatkan biji kakao yang dipanggang, digiling dengan gula, lalu dicampur dengan bubuk susu untuk menghasilkan rasa yang lebih lembut dan manis.
Kehadiran susu dalam cokelat susu membantu mengurangi rasa pahit kakao, tetapi juga menurunkan kandungan kakaonya. Cokelat hitam umumnya mengandung lebih dari 55 persen kakao, sedangkan cokelat susu hanya memiliki sekitar 10 hingga 50 persen dengan tambahan minimal 12 persen padatan susu.
Advertisement
Cokelat Putih adalah Jenis Cokelat yang Tidak Mengandung Massa Kakao
Beberapa orang menganggap cokelat putih bukan cokelat "asli," tetapi menurut Kintzer, pandangan ini kurang tepat. Ia menjelaskan bahwa cokelat putih tetap dibuat dari biji kakao, meskipun hanya menggunakan lemak bijinya.
Berbeda dengan cokelat hitam dan cokelat susu yang dibuat dari biji kakao utuh, cokelat putih tidak memiliki rasa pahit. Sebaliknya, rasa manisnya lebih dominan karena berasal dari campuran susu, gula, dan perasa tambahan.