Lakukan Aktivitas Fisik Selama 30 Menit, 5 Hari dalam Seminggu untuk Hidup Sehat Hingga Masa Tua

Penting untuk memulai gaya hidup sehat sejak masa remaja untuk kesehatan masa tua yang lebih terjaga.

Yanuar H
Oleh Yanuar H - Reporter
Lakukan Aktivitas Fisik Selama 30 Menit, 5 Hari dalam Seminggu untuk Hidup Sehat Hingga Masa Tua
Ilustrasi Hidup Sehat. (foto: Pinterest/Putri Milaya). (© 2024 Liputan6.com)

Sejak usia remaja, disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, setidaknya lima hari dalam seminggu, guna mendukung kesehatan. Selain itu, penting juga untuk mengonsumsi makanan yang sehat, menghindari junk food, cukup istirahat, serta memiliki dukungan dari sahabat dan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan dan sosial.

Dalam sebuah diskusi bertajuk "Move More, Stress Less: The Science Behind Sport Exercise and Mental Health in Adolescent and Young Adult (AYA)", Tirta Mandira Hudhi, seorang dokter dari FK-KMK UGM, mengungkapkan bahwa pandemi telah berkontribusi pada kompleksitas pola hidup sehat saat ini, yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Fenomena ini membuat banyak orang rentan terhadap sindrom metabolik.

Setelah pandemi COVID-19, produk outdoor seperti perlengkapan lari, sepeda, dan mendaki menjadi sangat populer. "Selama pandemi, banyak anak muda yang merasa terkurung dan mencari kegiatan di luar rumah. Ini adalah hal positif, meskipun mereka terpapar teknologi, tetapi tetap menyukai aktivitas di luar ruangan," ungkap Dr Tirta di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM pada Jumat, 8 November 2024.

Dr Tirta yang merupakan influencer di dunia kesehatan ini juga mencatat adanya penurunan usia pada penderita penyakit ginjal stadium 1 sampai 3, yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, termasuk mengonsumsi minuman yang tidak sesuai dengan pedoman kesehatan. "Banyak yang mengonsumsi makanan sehat, tetapi tetap minum minuman manis," tambahnya.

Fransica Handy, pendiri Asosiasi Kesehatan Remaja Indonesia, menekankan pentingnya memiliki generasi yang sehat dan berkualitas, terutama saat memasuki era bonus demografi. Menurutnya, hidup sehat memerlukan keseimbangan dalam pengelolaan kesehatan, di mana "tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental".

"Kalian adalah calon orang tua yang akan membesarkan generasi mendatang. Oleh karena itu, semakin cepat memulai pola hidup sehat, semakin baik untuk masa depan," jelas Fransica.

Bersama tim peneliti, dia melakukan survei kesehatan mental dan menemukan bahwa sekitar 30% remaja berusia 17 tahun mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Hasil penelitian Ikatan Psikolog Klinis Indonesia pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kelompok usia 20-30 tahun adalah yang paling banyak menggunakan layanan telekonsultasi psikologis.

"Fenomena ini menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan, terkait dengan pengoptimalan bonus demografi untuk membentuk generasi emas Indonesia," kata Fransica.

Fitriana Murriya Ekawati dari Departemen Kedokteran Keluarga FK-KMK UGM menambahkan bahwa untuk hidup sehat, penting bagi anak muda untuk membiasakan diri melakukan aktivitas fisik selama minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari junk food dan cukup istirahat.

Selain itu, menjalin hubungan sosial yang baik dengan teman dan keluarga juga sangat penting. "Olahraga secara perlahan dapat membantu merelaksasi pikiran. Sekitar 7% remaja mengalami gejala depresi dan anxiety, yang sering kali disebabkan oleh ambisi yang tinggi dan pola makan yang tidak terjaga," pesan Fitriana.

Rekomendasi