Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan saat Mengalami Migrain

Pada saat seseorang sedang mengalami migrain, terdapat langkah-langkah yang perlu dilakukan dan harus dihindari.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Hal yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan saat Mengalami Migrain
The risk of women experiencing migraines is three to four times higher than men. (pexels-olly- © 2024 trstdly.com)

Migrain adalah kondisi yang sering kali dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, dengan penanganan yang tepat, Anda bisa mengurangi keparahan dan frekuensi serangan migrain. Dilansir dari WebMD, berikut ini adalah panduan yang perlu diikuti ketika Anda mengalami migrain, baik hal yang harus dilakukan maupun yang harus dihindari.

Mengenali Tanda Peringatan Migrain

Migrain tidak selalu datang tiba-tiba. Ada beberapa tanda peringatan yang bisa Anda amati sebelum migrain benar-benar menyerang. Salah satu tanda awal adalah prodrome, yaitu sekelompok gejala yang muncul beberapa jam hingga dua hari sebelum serangan migrain. Menurut penelitian, hingga 60 persen penderita migrain mengalami fase prodrome. Gejala yang muncul pada fase ini antara lain:

  1. Konstipasi atau diare
  2. Perubahan mood
  3. Leher kaku
  4. Mengidam makanan atau minuman tertentu

Selain prodrome, beberapa penderita migrain juga mengalami aura, yaitu perubahan pada penglihatan dan indra lainnya. Aura terjadi tepat sebelum atau selama serangan migrain. Gejala aura meliputi:

  1. Kehilangan penglihatan
  2. Melihat bentuk, kilatan, atau titik-titik terang
  3. Mendengar suara atau musik
  4. Merasakan sensasi seperti jarum di tangan atau kaki

Hal yang Harus Dilakukan saat Mengalami Migrain

5 Cara Sederhana Atasi Migrain yang Menyerang, Bisa Jadi Pertolongan Pertama Tanpa Obat Nih!
Beberapa pertolongan pertama ini bisa dicoba untuk redakan migrain yang menyerang. © 2024 merdeka.com

Jika Anda merasakan tanda-tanda awal migrain, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikannya:

Konsumsi Obat: Jangan tunggu sampai kepala Anda benar-benar sakit. Minum obat migrain yang direkomendasikan dokter segera setelah Anda merasakan gejala prodrome atau aura. Pastikan obat tersebut selalu tersedia di tempat yang mudah dijangkau.

Istirahat: Jika memungkinkan, luangkan waktu untuk beristirahat. Migrain membuat Anda lebih sensitif terhadap suara dan cahaya. Berbaringlah di ruangan yang gelap dan tenang. Bahkan, tidur sejenak bisa membantu.

Kafein: Beberapa orang merasa bahwa minuman berkafein seperti kopi, teh, atau cola bisa membantu meredakan sakit kepala. Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi kafein dan hindari menjelang waktu tidur.

Kompres Panas atau Dingin: Mengompres kepala atau leher dengan es bisa mengurangi rasa sakit. Bagi sebagian orang, panas lebih efektif. Mandi air hangat atau menggunakan bantalan panas di leher, bahu, atau kepala bisa meredakan ketegangan.

Hidrasi: Minumlah cukup air ketika migrain mulai menyerang. Membawa botol air kemana pun Anda pergi bisa membantu memastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik. Kadang, segelas air sudah cukup untuk menghentikan sakit kepala.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Mengalami Migrain

Migraine
Home remedies for migraine. (Image by jcomp on Freepik)

Ada beberapa hal yang harus dihindari untuk mencegah migrain menjadi lebih parah:

Jangan Terlalu Banyak Minum Obat: Konsumsi obat penghilang rasa sakit yang berlebihan bisa berbahaya. Menggunakan obat lebih dari 10 hari dalam sebulan dapat meningkatkan risiko sakit kepala karena penggunaan obat berlebihan atau “rebound”. Konsultasikan dengan dokter jika Anda perlu minum obat lebih dari dua hari dalam seminggu.

Jangan Melewatkan Makan: Usahakan makan sarapan, makan siang, dan makan malam pada waktu yang sama setiap hari. Jangan biarkan perut kosong terlalu lama. Namun, hindari makanan dan minuman yang bisa memicu migrain seperti keju tua, alkohol, daging olahan, cokelat, atau pemanis buatan.

Jangan Stres Berlebihan: Terlalu khawatir tentang kemungkinan serangan migrain justru bisa memicu stres yang memperburuk kondisi. Cobalah teknik pengurangan stres seperti pijat, pernapasan dalam, atau meditasi untuk membantu mengelola stres.

Dengan mengenali tanda-tanda awal migrain dan mengambil langkah-langkah yang tepat, Anda bisa mengurangi dampak negatif migrain dalam hidup Anda. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganan yang paling sesuai untuk kondisi Anda.

Rekomendasi