Merebaknya pandemi covid-19 yang cepat dan merata ke seluruh dunia, tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Efek psikologi yang ditimbulkan karena pandemi ini bisa berdampak serius.
Anjuran baik dari pemerintah maupun WHO untuk menerapkan social distancing maupun physical distancing dapat menimbulkan jarak secara emosional dengan keluarga, sahabat, rekan kerja, teman maupun umat persekutuan di tempat ibadah yang dapat saling memberikan dukungan.
Gangguan mental yang banyak dihadapi selama masa pandemi ini adalah ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi. Kecemasan akan kebutuhan sehari-hari dan kebingungan karena informasi yang simpang siur menambah beban kesehatan mental kita. Beberapa kelompok yang rentan mengalami stres psikologi adalah anak-anak, lansia dan petugas medis.
Berikut beberapa tips untuk menjaga kewarasan kita selama pandemi, seperti yang dilansir dari alodokter.com.
1. Melakukan aktivitas fisik
Lakukan olahraga ringan, misal lari kecil atau lompat di tempat. Karena saat kita melakukan aktivitas fisik tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang mampu untuk meredakan stres, mengurangi rasa khawatir dan memperbaiki mood kita.
Lakukan peregangan dan latihan pernafasan untuk membantu menenangkan diri kita. Jangan lupa juga untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk menjaga sistem imun kita.
2. Mengonsumsi makanan bergizi
Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Misalnya saja nasi, cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan serta susu. Asupan nutrisi yang bagus ternyata mampu untuk menjaga kesehatan mental, baik secara langsung maupun tidak langsung.
3. Menghentikan kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, kurang beristirahat dan sering begadang merupakan kebiasaan yang harus dikurangi karena mengganggu kesehatan fisik dan mental anda. Saat anda kurang istirahat, anda akan lebih mudah mengalami gangguan kecemasan dan membuat mood menjadi tidak stabil.
Advertisement
4. Membuat rutinitas sendiri
Pandemi bisa menjadi saat yang tepat untuk mengeksplore kegiatan favorit anda. Memasak, membaca buku atau menonton film bisa menjadi kegiatan untuk menghilangkan rasa jenuh selama di rumah saja.
5. Lebih bijak memilah informasi
Batasi waktu anda untuk menonton, membaca atau mendengar berita mengenai pandemi ini. Tetapi, jangan menutup diri sepenuhnya, cukup pilah informasi mana yang bisa anda terima secara kritis dan bijak. Dan jangan lupa cari sumber berita yang jelas dan terpercaya.
6. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat
Sediakan waktu untuk menjaga komunikasi dengan keluarga, sahabat, teman maupun rekan kerja anda. Bisa melalui pesan singkat, telepon atau video call. Kita bisa menceritakan rasa takut dan khawatir kita kepada mereka. Dengan cara ini, tekanan yang anda rasakan bisa sedikit berkurang, sehingga anda bisa menjadi lebih tenang.
Jika anda memiliki masalah kesehatan mental, konsumsilah obat-obatan sesuai dengan apa yang sudah diresepkan dokter secara rutin. Bila perlu konsultasikan secara berkala untuk memantau perkembangan kondisi anda.
Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan saat pandemi seperti ini. Tapi, cobalah untuk selalu berpikiran positif dan selalu bersyukur. Jika stres dan ketakutan yang dirasakan terasa berat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Tetap jaga kesehatan fisik dan mental anda. Jangan lupa pakai masker dan cuci tangan sesering mungkin. Dan jika harus keluar rumah sebisa mungkin hindari kerumunan dan selalu jaga jarak anda.