Saat ini kamu akan menemukan banyak informasi yang beredar mengenai vaksin. Sedikit memperjelas, vaksin pada manusia adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif tubuh dari serangan penyakit. Vaksin dapat mencegah dan mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami ataupun liar.
1. Vaksin yang dilakukan saat masih kecil, sudah cukup.
Faktanya kekebalan tubuh yang kita dapatkan melalui vaksinasi berkurang dari waktu ke waktu. Ada kemungkinan kamu telah melewatkan masa untuk dosis vaksin yang diberikan ketika kecil. Danelle Fisher, seorang ketua pediatri di Pusat kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, CA.
Fisher menyarankan jika kamu tidak ingat kapan terakhir kali kamu mendapatkan vaksin terakhir, kamu sebaiknya mengkonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan vaksin lagi sekarang.
2. Tidak bisa mendapatkan vaksin flu karena alergi telur
Faktanya, tentu saja kamu bisa mendapatkan vaksin flu karena ada jenis vaksin dengan egg-free alias bebas telur bagi kamu yang berusia di atas 17 tahun. Alternatif lain bisa kamu pakai seperti menggunakan vaksin rutin, dengan mengingat tiga catatan penting. Pertama, pelayanan kesehatan disekitar kamu tidak memiliki vaksin egg-fee. Kedua, usia kamu terlalu muda untuk mendapatkan vaksin egg-free. Ketiga, memiliki reaksi ringan terhadap vaksin egg-free seperti gatal-gatal.
3. Manusia dewasa tidak membutuhkan vaksin
Faktanya, hingga saat ini kamu masih membutuhkan vaksin setiap tahun. Ada beberapa jenis vaksin yang dibutuhkan orang dewasa, seperti vaksin herpes zoster. Vaksin jenis ini direkomendasikan untuk orang yang berusia 60 tahun ke atas. Selain herpes zoster, vaksin lain yang direkomendasikan untuk orang yang berusia 65 tahun ke atas adalah pneumococcal.
Selain itu fakta membuktikan bahwa tubuh kamu masih membutuhkan perlindungan terhadap berbagai penyakit seperti tetanus, difteri, dan batuk rejan (pertusis). Bagi kamu yang terlanjur terkena pertusis, vaksin sangat dianjurkan bagi orang-orang yang ada disekitar kamu untuk mengantisipasi terjadinya penularan.
4. Vaksin mengandung kadar racun berbahaya
Faktanya, antigen adalah kandungan terbesar yang ada dalam vaksin. Sebagian kecilnya lagi, vaksin mengandung formaldehida dan thimerosal (pengawet yang mengandung mercury). Keduanya dapat digunakan untuk membunuh virus ketika sedang dibuat. Alumunium juga terkadang digunakan untuk meningkatkan kinerja vaksin.
5. Tidak perlu mendapatkan vaksin herpes zoster jika tidak pernah cacar
Vaksin jenis ini sangat direkomendasikan bagi orang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lebih dari 99% orang dewasa yang berusia di atas 40 tahun pernah mengalami cacar air.
Jika kamu pernah mengalami cacar, virus dapat tinggal dalam tubuh kamu selama puluhan tahun tanpa menimbulkan masalah. Virus tersebut dapat aktif kembali dalam tubuh dan menyebabkan herpes zoster. Ini adalah alasan kuat untuk mengatakan bahwa kamu masih membutuhkan vaksin jenis ini.
Penjelasan di atas sekiranya sudah cukup untuk membantah beberapa mitos yang beredar seputar vaksinasi. Secara singkat,vaksinasi ternyata bukan hanya di9butuhkan dan dilakukan pada usia anak-anak. Namun, pada usia dewasa pun vaksinasi masih dibutuhkan untuk pertahanan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit.