Jumlah korban flu burung H7N9 akan terus meningkat

Otoritas kesehatan China memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dari flu burung H7N9 kemungkinan akan terus meningkat.

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Jumlah korban flu burung H7N9 akan terus meningkat
ilustrasi flu burung. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/pieter

Otoritas kesehatan China memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dari flu burung H7N9 kemungkinan akan meningkat dalam beberapa minggu dan bulan ke depan.Dikutip dari kantor berita Xinhua, dokter dan peneliti dari beberapa lembaga kesehatan masyarakat mengatakan mereka menduga bahwa sebagian besar dari 82 orang dengan kasus flu burung terjangkit virus H7N9 dari unggas yang sepintas tampak sehat."Untuk saat ini, angka kematian dari kasus H7N9 adalah 21%, tapi karena banyak dari pasien dengan infeksi virus H7N9 dikonfirmasi masih kritis, kami menduga bahwa angka kematian bisa meningkat," tulis para dokter dan peneliti di China, yang diterbitkan Rabu (24/4) secara online oleh New England Journal of Medicine. Kasus infeksi H7N9 dikonfirmasi telah menjangkiti enam provinsi: Shanghai (31 kasus), Zhejiang (25), Jiangsu (20), Anhui (tiga), Henan (2) dan Beijing (1). Data statistik menggambarkan bahwa korban flu burung kebanyakan adalah pria lansia yang hidup di perkotaan.Otoritas kesehatan China, menurut Los Angeles Times (25/4), juga telah menguji sekitar 664 pasien pneumonia yang dirawat di rumah sakit antara tanggal 25 Maret dan 17 April. 81 pasien yang diuji atau 12%, dinyatakan positif terinfeksi H7N9. Selain itu, 5.551 orang rawat jalan dengan gejala seperti flu juga diuji, dan salah satu dari mereka positif terinfeksi H7N9.82 pasien tersebut dikonfirmasi rata-rata berusia 2 sampai 89 tahun, namun sebagian besar berusia 80-an dan 46% setidaknya berusia 65 tahun. Laporan itu mengatakan bahwa 73% dari pasien adalah pria dan 84% dari mereka tinggal di daerah perkotaan.

Rekomendasi