Pertolongan Pertama saat Anak Menelan Benda Asing: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Ketika anak menelan benda asing, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan segera mengambil tindakan yang tepat.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Pertolongan Pertama saat Anak Menelan Benda Asing: Panduan Lengkap untuk Orang Tua
Pertolongan Pertama saat Anak Menelan Benda Asing: Panduan Lengkap untuk Orang Tua (Merdeka.com)

Menemukan anak menelan benda asing bisa menjadi pengalaman yang menakutkan bagi setiap orang tua. Reaksi pertama mungkin panik, namun penting untuk tetap tenang agar dapat mengambil tindakan yang tepat. Lantas, apa yang harus dilakukan jika anak menelan benda yang seharusnya tidak mereka telan?

Menurut penelitian dari Khoo Teck Puat - National University Children’s Medical Institute (KTP-NUCMI) di NUH, anak-anak usia 1 hingga 2 tahun paling berisiko menelan benda asing karena mereka sedang dalam fase oral. Pada fase ini, mereka belajar tentang lingkungan sekitar dengan memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah pertolongan pertama yang harus diambil saat anak menelan benda asing, kapan harus segera mencari pertolongan medis, serta cara mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Informasi ini sangat penting untuk diketahui setiap orang tua demi keselamatan dan kesehatan anak-anak mereka.

Ketika Anda menyadari atau mencurigai anak telah menelan sesuatu yang tidak seharusnya, langkah pertama adalah melakukan evaluasi cepat. Cobalah untuk mengidentifikasi benda apa yang telah ditelan dan kapan kejadiannya. Jika anak sudah cukup besar, tanyakan langsung kepada mereka.

Jika anak terlalu kecil untuk berbicara, perhatikan gejala yang mungkin muncul. Gejala yang muncul dapat bervariasi tergantung pada jenis benda yang tertelan dan lokasinya di dalam tubuh anak. Beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi:

  1. Tersedak atau batuk-batuk
  2. Kesulitan bernapas atau napas berbunyi (mengi)
  3. Nyeri di dada atau perut
  4. Muntah, yang mungkin disertai darah
  5. Air liur berlebihan, yang mungkin bercampur darah
  6. Demam tinggi
  7. Darah dalam tinja

Menurut Asosiasi Profesor Marion Aw, kepala dan konsultan senior dari Divisi Gastroenterologi Anak, Nutrisi, Hepatologi dan Transplantasi Hati di KTP-NUCMI, benda yang tertelan biasanya dikategorikan menjadi objek berisiko rendah atau tinggi. Objek berisiko rendah termasuk koin, kelereng, manik-manik, dan apa pun yang kecil, bulat, dan paling kecil kemungkinannya menyebabkan komplikasi saat tertelan.

Dalam beberapa kasus, menelan benda asing dapat menjadi situasi darurat medis. Segera bawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat jika mereka menunjukkan gejala berikut:

  1. Kesulitan bernapas atau tersedak parah
  2. Tidak bisa berbicara, batuk, atau menangis (menandakan penyumbatan saluran pernapasan)
  3. Nyeri dada atau perut yang hebat
  4. Muntah darah atau terdapat darah dalam tinja
  5. Menelan benda berbahaya seperti baterai kancing, magnet, atau benda tajam

Baterai kancing sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka bakar pada kerongkongan atau saluran pencernaan dalam waktu singkat. Magnet yang tertelan juga dapat menyebabkan masalah serius jika lebih dari satu magnet tertelan, karena dapat saling menarik melalui dinding usus dan menyebabkan penyumbatan atau perforasi.

Jangan pernah mencoba mengeluarkan benda asing sendiri dengan memasukkan jari atau benda lain ke dalam mulut anak. Tindakan ini dapat mendorong benda lebih dalam dan menyebabkan cedera yang lebih parah. Biarkan tenaga medis profesional yang menanganinya.

Setelah tiba di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin melakukan rontgen untuk menentukan lokasi dan jenis benda yang tertelan. Penanganan medis akan bervariasi tergantung pada faktor-faktor ini.

Dalam banyak kasus, jika benda yang tertelan berukuran kecil, tidak tajam, dan tidak berbahaya, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menunggu dan melihat apakah benda tersebut keluar dengan sendirinya melalui tinja. Dokter akan memberikan instruksi tentang apa yang harus dicari dalam tinja anak dan kapan harus kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, jika benda tersebut berisiko tinggi atau menyebabkan gejala yang mengkhawatirkan, dokter mungkin perlu melakukan tindakan medis lebih lanjut. Beberapa tindakan yang mungkin dilakukan meliputi:

  1. Endoskopi: Prosedur ini melibatkan memasukkan tabung tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya ke dalam kerongkongan untuk melihat dan mengeluarkan benda yang tertelan.
  2. Operasi: Dalam kasus yang jarang terjadi, operasi mungkin diperlukan untuk mengeluarkan benda yang tersangkut atau menyebabkan komplikasi serius.

Mencegah anak menelan benda asing adalah kunci utama untuk menghindari situasi berbahaya. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan:

  1. Jauhkan benda-benda kecil seperti koin, baterai, magnet, manik-manik, dan mainan kecil dari jangkauan anak-anak.
  2. Pastikan mainan yang diberikan kepada anak sesuai dengan usia mereka dan tidak memiliki bagian-bagian kecil yang mudah lepas.
  3. Awasi anak saat mereka makan, terutama makanan berukuran kecil seperti anggur, kacang, atau permen.
  4. Ajarkan anak untuk tidak memasukkan benda apa pun ke dalam mulut mereka kecuali makanan.

Menurut sebuah studi di Singapura, koin adalah benda yang paling umum tertelan oleh balita berusia satu hingga dua tahun. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa koin dan benda-benda kecil lainnya tidak berserakan di sekitar anak-anak.

Dalam banyak kasus, benda yang tertelan akan keluar dengan sendirinya tanpa masalah. Namun, penting untuk selalu waspada dan mencari pertolongan medis jika Anda khawatir tentang kesehatan anak Anda. "Cara benda yang tertelan lewat sangat mirip dengan jalannya makanan," kata Assoc Prof Aw. Tetapi karena benda-benda ini tidak dicerna, "ada bagian-bagian tertentu dari saluran pencernaan" di mana "benda-benda ini lebih mungkin tersangkut".

Mengetahui langkah-langkah yang tepat saat anak menelan benda asing dapat membantu Anda tetap tenang dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan anak Anda.

Rekomendasi