Pentingnya Memperhatikan Pengolahan Makanan selama Berpuasa
Pengolahan makanan selama berpuasa yang tepat sangat penting agar tidak mengalami masalah kesehatan.
Pengolahan makanan selama berpuasa yang tepat sangat penting agar tidak mengalami masalah kesehatan.
Pentingnya Memperhatikan Pengolahan Makanan selama Berpuasa
Dalam menjalani ibadah puasa, pengolahan makanan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan agar manfaat berpuasa untuk kesehatan dapat maksimal. Menurut dokter spesialis gizi klinik, dr. Marya Haryono M.Gizi Sp.GK, pengolahan makanan selama puasa memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan, terutama terkait dengan kontrol kadar gula darah.
“Pengolahannya diperhatikan, makan umbi-umbian tapi tiap hari bersantan, bergula merah, bukan nggak boleh tapi kalau ini terus-menerus ada akhirnya ini menjadi potensi-potensi gula darah terganggu,” kata Marya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.
Penggunaan bahan makanan seperti umbi-umbian yang seringkali dimasak dengan santan dan gula merah, jika terjadi secara berlebihan, dapat berpotensi mengganggu kadar gula darah. Dr. Marya menekankan bahwa konsumsi makanan yang kaya akan gula atau santan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti peningkatan kadar gula darah yang dapat berujung pada diabetes.
Selama menjalani puasa, sangat penting untuk memastikan bahwa pola makan tetap seimbang dan mencakup semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dr. Marya menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan komposisi yang baik dan sumber yang sehat.
Tidak hanya memperhatikan makronutrien, mikronutrien juga harus dipenuhi, seperti vitamin dan mineral, yang dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan, termasuk ikan dan kacang-kacangan. Oleh karena itu, variasi dalam konsumsi makanan menjadi penting untuk memastikan bahwa semua nutrisi terpenuhi dengan baik.
“Vitamin dan mineral bisa kita cukupkan dari bahan-bahan yang mengandung protein misalnya ikan, itu ada mineralnya, kemudian kita konsumsi kacang-kacangan ada mineralnya,” katanya.
Selama sahur, penting untuk memastikan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama periode puasa yang berlangsung hingga 12-13 jam. Cairan tidak hanya harus didapatkan dari air mineral, tetapi juga bisa diperoleh dari makanan berkuah atau buah-buahan yang mengandung banyak air seperti jeruk, mangga, dan buah naga yang dapat diblender menjadi smoothies.
Dr. Marya merekomendasikan untuk mengonsumsi buah-buahan sebagai bagian dari sahur, dengan variasi yang cukup untuk memenuhi asupan serat yang dapat membantu menahan rasa lapar lebih lama. Disarankan untuk mengonsumsi berbagai macam buah daripada hanya satu jenis buah yang sama setiap hari, untuk memastikan asupan nutrisi yang beragam.
“Satu serving di saat berbuka seperti saat makan malam dan satu serving saat sahur kira-kira satu mangkok ukuran sedang, aneka macam buah lebih direkomendasikan daripada hanya mengkonsumsi satu jenis buah yang monoton setiap hari,” ucap Marya.
Pentingnya memperhatikan pengolahan makanan selama berpuasa tidak hanya berkaitan dengan aspek nutrisi, tetapi juga dengan menjaga keseimbangan dan kualitas kesehatan secara keseluruhan.