Menggoyang Kepala untuk Mengeluarkan Air Bisa Sebabkan Cedera Otak pada Anak

Minggu, 1 Desember 2019 13:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Menggoyang Kepala untuk Mengeluarkan Air Bisa Sebabkan Cedera Otak pada Anak Ilustrasi Infeksi Telinga Anak. ©avivaromm.com

Merdeka.com - Salah satu hal yang biasa dilakukan oleh seseorang ketika air masuk ke dalam telinga adalah menggoyang-goyang dan memukul kepala untuk mengeluarkan air. Cara ini umum dilakukan dan dianggap cukup efektif untuk mengeluarkan air dari telinga.

Mengeluarkan air secara cepat dari telinga merupakan hal yang sangat penting. Jika kamu tidak segera mengeluarkannya, bisa terjadi infeksi dan bahkan kerusakan pada telinga.

Walau cara ini efektif, namun hal ini tak bisa diterapkan pada semua orang terutama anak-anak. Peneliti dari Cornell University dan Virginia Tech mengungkap bahwa menggoyangkan kepala seperti ini bisa menimbulkan kerusakan otak pada anak-anak.

"Penelitian kami terutama terfokus pada akselerasi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan air dari saluran telinga," terang peneliti Anuj Baskota.

Selama percobaan, tim peneliti menggunakan tabung gelas dengan berbagai diameter untuk menyerupai saluran telinga. Peneliti menjatuhkan gelas tersebut ke mata air yang menyerupai dengan ketika anak menggoyang-goyangkan kepala untuk mengeluarkan air.

1 dari 1 halaman

Air Lebih Sulit Keluar dari Telinga Anak-Anak

Akselerasi lebh tinggi terjadi pada gelas yang lebih kecil. Pada orang dewasa, menggoyangkan kepala mungkin membuatnya lebih cepat kering dibanding pada anak-anak karena perbedaan ukuran lubang telinga.

"Akselerasi kritis yang kami peroleh melalui eksperimen pada gelas tabung dan lubang telingan yang dicetak secara 3D cenderung memiliki kekuatan gravitasi 10 kali lipat pada ukuran telinga balita sehingga bisa menyebabkan cedera di kepala," terang Baskota.

Semakin besar diameter kanal telinga pada orang dewasa menurunkan akselerasi ketika mereka menggoyangkan kepala. Ruang yang ada membuat air mengalir lebih baik keluar dari telinga dibanding pada anak-anak.

"Berdasar percobaan dan model teoritikal kami, diketahui bahwa tekanan permukaan cairan merupakan faktor krusial yang menyebabkan air masuk ke dalam lubang telinga," papar Baskota.

Pada anak-anak, peneliti menyarankan untuk menggunakan beberapa tetes cairan untuk telinga. Orangtua bisa menggunakan alkohol atau cuka utnuk meredakan tekanan di permukaan sehingga air bisa keluar dengan lebih mudah. [RWP]

Baca juga:
Apakah Perlu Memakaikan Pelindung Telinga pada Bayi Ketika Berada di Tempat Bising?
Infeksi Telinga pada Masa Kecil Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran Saat Tua
Penggunaan Pengering Tangan Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan pada Anak
Miliki Tinnitus Bisa Buat seseorang Lebih Rentan untuk Bunuh Diri
Menutup Hidung Ketika Bersin Bisa Hadirkan Masalah Telinga Hingga Stroke
Ini Penyebab Telinga Terasa Tak Nyaman Ketika Naik Pesawat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini