Kulit Sensitif Tak Hanya Karena Skincare, Dokter Ungkap Penyebab Lain yang Sering Diabaikan

Kulit sensitif tidak selalu disebabkan oleh produk perawatan kulit yang salah. Dokter kulit menjelaskan penyebab yang sering terabaikan.

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
Kulit Sensitif Tak Hanya Karena Skincare, Dokter Ungkap Penyebab Lain yang Sering Diabaikan
ciri kulit sensitif Ilustrasi dibuat AI (© 2026 Liputan6.com)

Keluhan mengenai kulit sensitif semakin sering diungkapkan, terutama di kota-kota besar seperti Medan. Banyak orang beranggapan bahwa kondisi kulit yang mudah merah, perih, gatal, atau terasa panas disebabkan oleh ketidakcocokan dengan produk skincare tertentu. Namun, menurut Dr. Ariyati Yosi, MKed(KK), Sp.DVE, Subsp.DT, FINSDV, FAADV, seorang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari ERHA Central Medan, penyebab kulit sensitif jauh lebih kompleks. Yosi menjelaskan bahwa kulit sensitif dapat muncul akibat kombinasi berbagai faktor, termasuk lingkungan, kebiasaan perawatan, dan gaya hidup masyarakat perkotaan.

“Kulit sensitif bukan sekadar tidak cocok skincare. Ini biasanya terjadi karena skin barrier sedang melemah, dan penyebabnya bisa sangat beragam,” ungkap Yosi. Medan memiliki cuaca panas dan lembab sepanjang tahun, yang menyebabkan kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap iritasi. Hal ini semakin diperparah dengan paparan polusi, aktivitas yang padat, serta penggunaan produk skincare secara berlapis tanpa pemahaman yang tepat.

“Di Medan, kombinasi cuaca dan kebiasaan perawatan sering jadi pemicu iritasi berulang. Banyak pasien datang setelah mencoba berbagai produk mengikuti tren, tapi tanpa tahu kondisi kulitnya sendiri,” tambahnya.

Selain itu, terdapat banyak orang yang menganggap rasa perih sebagai tanda bahwa skincare sedang 'bekerja'. Namun, pandangan ini adalah salah satu kesalahpahaman yang sering ditemui di klinik. “Perih itu tanda kulit sedang iritasi, bukan progres. Kalau dibiarkan, justru bisa memperparah kondisi kulit,” jelas Yosi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami kondisi kulit mereka dan memilih produk yang sesuai, agar terhindar dari masalah kulit sensitif yang lebih serius.

Kulit Sensitif Bukan Sekadar Salah Skincare, Dokter Ungkap Penyebab yang Sering Diabaikan
ciri kulit sensitif Ilustrasi dibuat AI © 2026 Liputan6.com

Kabar baiknya, kulit sensitif tidak selalu bersifat permanen. Banyak kasus yang bersifat sementara dan dapat membaik jika skin barrier diperbaiki dengan cara yang tepat. Namun, masalah akan timbul jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan yang sesuai.

"Sering kali pasien datang sudah dalam kondisi berat karena iritasi dibiarkan berulang. Padahal, penanganan sejak awal bisa mencegah kondisi makin parah," kata Yosi yang telah berpraktik lebih dari 17 tahun.

Kulit Sensitif Bukan Sekadar Salah Skincare, Dokter Ungkap Penyebab yang Sering Diabaikan
ciri kulit sensitif Ilustrasi dibuat AI © 2026 Liputan6.com

Menurut Yosi, langkah awal yang harus diambil adalah menghentikan penggunaan produk yang berpotensi menyebabkan iritasi, seperti retinol, eksfoliator, atau produk perawatan kulit yang mengandung pewangi kuat. Selanjutnya, perhatian utama adalah menenangkan dan memperbaiki skin barrier. "Penanganan kulit sensitif itu bertahap. Yang penting aman, jelas, dan sesuai kebutuhan masing-masing orang," tambahnya.

Yosi juga menekankan pentingnya menggunakan sunscreen yang lembut dan tidak mengiritasi, terutama di daerah dengan paparan sinar matahari tinggi seperti Medan. Rutinitas skincare sebaiknya disederhanakan sampai kondisi kulit kembali stabil. Jika masalah kulit tidak kunjung membaik, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Kulit sensitif bisa menjadi indikasi adanya dermatitis, alergi, atau kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam. Dengan pendekatan yang tepat dan terukur, kulit sensitif bukanlah kondisi yang perlu ditakuti. "Setiap kulit itu unik. Dengan analisis yang menyeluruh, kulit sensitif bisa kembali lebih tenang, sehat, dan terkontrol," pungkas Yosi.

Rekomendasi