Ketahui Olahraga dan Aktivitas Fisik yang Penting Dilakukan Penyandang Disabilitas untuk Cegah Penyakit

Olahraga dan aktivitas fisik memiliki peranan krusial bagi penyandang disabilitas, karena dapat mencegah penyakit seperti obesitas.

Ade Nasihudin Al Ansori
Ketahui Olahraga dan Aktivitas Fisik yang Penting Dilakukan Penyandang Disabilitas untuk Cegah Penyakit
Peran Aktivitas Fisik dalam Mengelola Kolesterol pada Penyandang Disabilitas. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin. (© 2025 Liputan6.com)

Hambatan dalam mobilitas menyebabkan penyandang disabilitas memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat non-difabel atau yang memiliki disabilitas ringan. Padahal, melakukan aktivitas fisik dan berolahraga sangat krusial untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk obesitas, yang dapat berujung pada masalah kesehatan serius seperti kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Menurut penelitian berjudul Examining Association between Reported High Cholesterol and Risk Factors in Adults with Intellectual and Developmental Disabilities: A Five Year Follow-Up, "Orang dewasa dengan disabilitas intelektual dan perkembangan lebih mungkin memiliki kolesterol tinggi dibandingkan populasi umum." Penelitian ini diterbitkan oleh American Association on Intellectual and Developmental Disabilities (AAIDD) pada tahun 2021.

Lantas, olahraga atau aktivitas fisik apa yang paling sesuai untuk penyandang disabilitas? Berdasarkan informasi dari Access Abilities Expo pada Senin (3/2/2025), olahraga yang direkomendasikan untuk penyandang disabilitas adalah olahraga adaptasi. Olahraga adaptasi merupakan jenis olahraga yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Ini bisa berupa penyesuaian dan/atau modifikasi yang dilakukan agar praktik olahraga dapat dilakukan dengan nyaman, atau karena struktur olahraga tersebut memang dirancang agar dapat diikuti oleh difabel. Beberapa jenis olahraga adaptasi telah mengubah struktur dan aturannya sesuai dengan kelompok yang akan melakukannya. Di sisi lain, beberapa modalitas baru juga diciptakan berdasarkan karakteristik kelompok difabel yang terlibat. Sebagai contoh, bola basket kini telah sepenuhnya disesuaikan untuk penyandang disabilitas fisik dan dapat dimainkan menggunakan kursi roda.

Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan

Saat ini, terdapat berbagai jenis olahraga yang telah disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan setiap jenis disabilitas. Beberapa olahraga adaptif yang telah dipertandingkan meliputi:

Atletik

Atletik adalah salah satu cabang olahraga yang termasuk dalam ajang Paralimpiade dan merupakan salah satu yang paling pesat perkembangannya. Olahraga ini melibatkan atlet dengan disabilitas netra, serta mereka yang mengalami disabilitas fisik akibat Cerebral Palsy dan amputasi. Dalam kompetisi ini, beberapa atlet bahkan berpartisipasi menggunakan kursi roda, prostesis, atau dengan bantuan pemandu yang terikat dengan tali. Perlombaan dalam atletik dibagi menjadi beberapa kategori, termasuk lompat, lempar, pentathlon, maraton, dan lari.

Basket Kursi Roda

Olahraga lain yang dirancang khusus untuk penyandang disabilitas adalah basket kursi roda. Olahraga ini ditujukan bagi individu dengan disabilitas fisik, seperti amputasi anggota badan atau kelumpuhan. Aturan permainan umumnya sama dengan bola basket standar, namun terdapat beberapa penyesuaian. Misalnya, pemain diharuskan untuk mengoper atau melempar bola setelah mendorong kursi roda mereka sebanyak dua kali.

Boccia

Olahraga boccia memiliki akar sejarah yang serupa dengan bocce, yang berasal dari Yunani Klasik. Meskipun boccia merupakan olahraga yang sudah ada sejak lama, popularitasnya tetap tinggi, terutama di negara-negara Nordik, dan biasanya dimainkan pada musim panas. Olahraga ini diadaptasi khusus untuk individu dengan Cerebral Palsy. Dalam boccia, permainan berlangsung di lapangan berbentuk persegi panjang, di mana para pemain berusaha melempar bola mereka sedekat mungkin dengan bola putih. Mereka juga berusaha untuk menjauhkan bola lawan, menjadikan permainan ini menuntut keterampilan presisi dan strategi yang tinggi.

Mengayuh Sepeda

Bersepeda mencakup dua jenis, yaitu tes lintasan dan jalan raya. Meskipun tergolong baru, olahraga ini telah menjadi salah satu cabang yang paling diminati dalam Paralimpiade. Kelompok disabilitas yang berpartisipasi dalam olahraga ini meliputi individu dengan Cerebral Palsy serta mereka yang mengalami masalah motorik atau amputasi.

Anggar Kursi Roda

Olahraga anggar yang kita kenal saat ini berasal dari abad ke-19. Saat ini, terdapat anggar kursi roda yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas fisik, dengan mekanisme yang memungkinkan mereka untuk bergerak maju dan mundur. Olahraga ini merupakan gabungan dari berbagai keterampilan, termasuk taktik, kekuatan, teknik, dan kecepatan. Terdapat beberapa modalitas dalam anggar, seperti pedang, kertas timah, dan pedang. Sejak tahun 1960, anggar kursi roda telah menjadi bagian dari Paralimpiade, dengan pertandingan pertama kali diadakan di kota Roma.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Rekomendasi