Ini Alasam Mengapa Penting untuk Melakukan Pemeriksaan Thalasemia Sebelum Menikah

Pemeriksaan thalasemia sebelum menikah sangat penting agar risiko melahirkan anak dengan thalasemia mayor dapat diminimalkan.

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
Ini Alasam Mengapa Penting untuk Melakukan Pemeriksaan Thalasemia Sebelum Menikah
mimpi anak digigit ular Ilustrasi dibuat AI (© 2025 Liputan6.com)

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah kini dianggap sebagai langkah penting untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan, terutama terkait dengan thalasemia. Menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, pemeriksaan ini tidak hanya bermanfaat bagi pasangan yang akan menikah, tetapi juga untuk anak yang akan dilahirkan.

Mulai bulan depan, pemerintah akan meluncurkan program pemeriksaan kesehatan gratis, di mana pemeriksaan thalasemia akan menjadi salah satu skrining yang wajib dilakukan sebelum pernikahan. Melalui program ini, diharapkan dapat terdeteksi apakah seseorang memiliki thalasemia minor, suatu kondisi yang dapat meningkatkan risiko anak dari pasangan yang keduanya memiliki thalasemia minor untuk terkena thalasemia mayor.

Thalasemia mayor merupakan bentuk yang lebih serius, di mana anak yang mengidapnya memerlukan transfusi darah seumur hidup untuk bertahan hidup. Menkes Budi menambahkan bahwa pemeriksaan thalasemia juga akan dilakukan di tingkat SMP, sebelum individu mengambil keputusan untuk menikah.

Hal ini sangat penting untuk mengurangi risiko kelahiran anak dengan thalasemia mayor. "Pasangan dengan thalasemia minor tidak disarankan menikah agar anak tidak berisiko terkena thalasemia mayor, yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup," ungkap Menkes Budi dalam diskusi bersama media bertajuk 'Penyampaian Program Quickwin Bidang Kesehatan' di Kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, H.R. Rasuna Said, Jakarta pada Rabu, 22 Januari 2025.

Thalasemia mayor dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup anak secara signifikan. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk transfusi darah seumur hidup sangat tinggi, sehingga dapat menjadi beban bagi keluarga. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari program besar yang bertujuan untuk mendeteksi berbagai penyakit, termasuk hipertensi dan diabetes, yang bisa berkembang tanpa gejala pada tahap awal.

Program ini dilaksanakan secara masif dengan target menjangkau seluruh penduduk Indonesia, yang berjumlah sekitar 280 juta orang. Pelaksanaan program ini dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas dan klinik, serta melibatkan skrining kesehatan lainnya, seperti pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pencegahan penyakit.

Pentingnya melakukan skrining pra-nikah tidak hanya bertujuan untuk mengurangi penderitaan individu dan keluarganya, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah beban sosial ekonomi yang mungkin harus ditanggung seumur hidup. Menkes Budi menekankan bahwa pencegahan jauh lebih hemat dan efektif dibandingkan dengan pengobatan yang panjang dan memerlukan biaya tinggi. "Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah adalah langkah pencegahan yang sangat krusial untuk mencegah risiko penyakit yang lebih berat di masa depan," tambahnya.

Dengan melakukan skrining sebelum menikah, pasangan dapat mengidentifikasi potensi masalah kesehatan yang mungkin timbul di kemudian hari. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi individu tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan mencegah masalah kesehatan di awal, kita dapat mengurangi jumlah pasien yang memerlukan perawatan jangka panjang, sehingga mengurangi beban pada sistem kesehatan. Melalui langkah ini, diharapkan pasangan dapat memulai kehidupan baru dengan lebih sehat dan berkualitas.

Rekomendasi