Bongkar 5 mitos keliru tentang kafein!
Merdeka.com - Kafein tak hanya terdapat dalam kopi, melainkan juga pada teh, cokelat, minuman bersoda, dan lainnya. Selama ini kafein seringkali disalahkan atas banyak masalah kesehatan seperti kecanduan dan lain sebagainya.
Apakah benar kafein memang bisa menyebabkan kecanduan, atau itu hanya mitos belaka? Berikut adalah beberapa mitos keliru mengenai kafein yang perlu diketahui faktanya, seperti dilansir oleh Health Me Up (23/11).
Kafein menyebabkan insomnia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSemua orang percaya bahwa kafein bisa membuat orang sulit tidur. Faktanya, kafein tak akan menghalangi Anda untuk tidur nyenyak jika dikonsumsi lebih dari lima jam sebelum tidur. Kafein mengandung stimulan pada otak yang menyebabkan seseorang terjaga dan meningkatkan energi. Perlu diketahui bahwa kafein menetap pada tubuh hingga lima jam. Jadi jika Anda ingin tidur nyenyak, konsumsi minuman berkafein di siang hari. Jangan di sore atau petang, karena bisa menyebabkan Anda sulit tidur.
Kafein menyebabkan kecanduan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKafein yang mengandung stimulan dan bisa meningkatkan energi kemungkinan menyebabkan orang bergantung padanya ketika beraktivitas. Namun kafein tidak menyebabkan kecanduan seperti ketika seseorang kecanduan nikotin atau kokain. Ketergantungan pada kafein jauh berbeda dan tidak mempengaruhi kehidupan, sehingga tak bisa disebut sebagai kecanduan.
Kafein adalah obat mabuk alkohol terbaik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKarena kafein memberikan suntikan energi secara instan, kebanyakan orang mengira kafein bisa membuat mereka langsung segar setelah mabuk alkohol semalaman. Namun faktanya, meski mereka merasa bertenaga setelah minum kopi, reaksi dan otak mereka masih belum benar-benar 'bangun' dari efek mabuk alkohol yang dialami malam sebelumnya.
Kafein mengandung banyak kalori
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMinuman berkafein seperti teh atau kopi tak memiliki kalori. Ketika Anda mencampurnya dengan teh, gula, atau sirup, baru minuman berkafein tadi menjadi berkalori. Ini berarti jika Anda minum cappuccino yang mengandung 74 kalori, sebenarnya kopi murni yang Anda minum hanya mengandung dua kalori saja.
Kafein memiliki efek buruk pada anak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comAnak-anak biasanya mengonsumsi kafein dalam bentuk teh atau minuman ringan. Meski konsumsi kafein mereka tak sebanyak orang dewasa, namun anak-anak sudah mengolah kafein dalam tubuh mereka seperti orang dewasa. Mengonsumsi kafein dalam jumlah wajar tak akan memberikan efek buruk pada anak-anak. Namun waspadai bentuk kafein yang mereka minum. Jika kafein yang mereka minum berbentuk minuman ringan, perhatikan efek samping gula dan zat kimia yang ada di dalamnya.Itulah beberapa mitos tentang kafein yang sudah melekat dalam pikiran banyak orang. Mitos-mitos tersebut tak seharusnya diterima mentah-mentah, namun juga harus diketahui fakta dan penyebab di baliknya.
Baca juga:5 Mitos penting tentang sakit punggung6 Mitos paling konyol seputar masturbasi8 Mitos kesehatan ini benar atau tidak?5 Mitos keliru tentang proses persalinan8 Mitos kemoterapi yang terpatahkan
(mdk/kun)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya