Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Fakta atau mitos seputar mecin

4 Fakta atau mitos seputar mecin Ilustrasi MSG vetsin. ©Shutterstock.com/Nathalie Dulex

Merdeka.com - Sebagian orang menganggap masakan tidak terasa sedap jika tak memakai MSG (monosodium glutamate) atau mecin. Padahal tak sedikit orang menilai kalau MSG itu kurang baik bagi kesehatan. Sehingga banyak yang menghindari penyedap rasa ini dipakai untuk masakan.

Namun, penilaian negatif mengenai mecin tak semuanya benar. Karena ada beberapa yang hanya mitos belaka. Berikut 4 fakta atau mitos soal mecin dari berbagai sumber.

Aman dikonsumsi

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

MSG adalah salah satu bahan tambahan pangan penguat rasa yang paling aman dan diizinkan untuk dikonsumsi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 033 Tahun 2012 dengan takaran penggunaan secukupnya.

Batas maksimal konsumsi MSG yang direkomendasikan WHO adalah 6 gram per hari. Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman MSG sebanyak 5 gram. Rata-rata orang Indonesia hanya mengkonsumsi 0,65 gram MSG setiap harinya.

Kandungan dalam mecin sama dengan tomat

mecin sama dengan tomat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ada 3 kandungan zat dalam MSG yakni, asam glutamat 78 persen, natrium 12 persen, dan air 10 persen. Sebagai zat utama adalah asam glutamat yang merupakan asam amino. Ini tidak berbeda dengan asam glutamat yang terkandung dalam makanan alami sehari-hari seperti tomat, susu, keju, dan sebagainya.

Tak bikin bodoh

bodoh rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selama ini orang menilai kalau terlalu banyak mengonsumsi mecin akan menyebabkan kebodohan. Padahal itu hanyalah mitos belaka. MSG atau mecin tak bikin si pengonsumsi menjadi bodoh. Mecin aman digunakan dengan takaran yang sudah ditentukan.

Seperti diketahui kandungan yang ada di dalam mecin aman bagi tubuh, sehingga orang yang mengonsumsinya tidak akan menjadi bodoh.

Bukan penyebab kanker

kanker rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selama ini mecin disebut-sebut salah satu pemicu penyakit kanker. Ini sangat menyeramkan karena sebenarnya itu hanyalah mitos.

Karena logikanya jika memang penyedap rasa tersebut penyebab dari penyakit yang mematikan tersebut, tentu tidak akan dijual secara bebas dan diproduksi. Pemerintah pun pasti tidak akan MSG dikonsumsi oleh rakyat.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP