Tolak ikut kerajaan Majapahit, Sunan Drajat pilih ronda sama rakyat

Sunan Drajat lebih suka menjalankan aktivitas dengan rakyat untuk menunjukkan contoh konkret berperilaku islami.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Tolak ikut kerajaan Majapahit, Sunan Drajat pilih ronda sama rakyat
Makam Sunan Drajat. ©2015 merdeka.com/dieqy hasbi widhana

Dalam berjuang menyebarkan ajaran Islam Sunan Drajat menempuh berbagai cara, seperti pengajian, khotbah, atau fatwa yang sifatnya. Meskipun mempunyai pengaruh besar di kalangan masyarakat, Sunan Drajat tidak lantas besar kepala dan memanfaatkan pengaruhnya untuk mendekati pihak kerajaan Majapahit."Beliau itu memakai metode dakwah Bil Hal Walmarkamah. Tidak mau berhubungan dengan politik kerajaan. Justru membaur dengan masyarakat," ungkap juru kunci Makam Sunan Drajat, Yahya saat ditemui di Kompleks Makam Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Senin (1/6).Sunan Drajat selalu berupaya berjarak dengan arena politik, seperti Hindu di Tanggalunan, dan konflik keluarga Demak dan Pajang. Sunan Drajat justru selalu berupaya hadir di tengah rakyat. Bersama masyarakat, dia membuka ladang-ladang baru, menanam dan menikmati panen bersama, memberi solusi agar ladang-ladang yang ada tidak dihancurkan banjir.Dia beranggapan bahwa ajaran Islam tidak bisa jika hanya disampaikan melalui lisan semata. Akan tetapi, harus ada perjuangan konkret yang hasilnya nyata bisa dinikmati rakyat.Bahkan Sunan Drajat mempunyai kebiasaan keliling kampung di malam hari. Dia melakukan ronda sembari mengingatkan agar rakyat selalu dalam keadaan waspada dari marabahaya.Sehabis salat Zuhur pun demikian. Setelah salat berjamaah, Sunan Dra‎jat berjalan menyisir lorong-lorong perkampungan warga. Dia mengingatkan warga tak melalaikan ibadah salat Asar. Hal tersebut beliau lakukan sembari berbincang santai dengan warga.

Rekomendasi