Lebaran tinggal satu pekan lagi. Masyarakat pun antusias menyambutnya dengan membeli pakaian baru di lokasi perbelanjaan.Tak heran, jumlah pengunjung mal dan pasar yang menjual pakaian membludak. Potongan harga atau diskon yang diberikan sejumlah lokasi perbelanjaan pun semakin membuat mereka bernafsu memborong barang perlengkapan lebaran.Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai, belanja pakaian baru untuk menyambut lebaran tak menjadi masalah, asalkan tidak berlebih-lebihan."Karena kita menyongsong hari Lebaran, hari kemenangan setelah 30 hari. Kita patut bersyukur, makanan enak, pakaian yang bagus," kata dia kepada merdeka.com di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (12/8).Menurutnya, berpakaian serba baru dan bagus saat lebaran dibolehkan sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan."Kalau belanja jor-joran (berlebihan) namanya Isrof, itu tidak hanya di bulan puasa, di bulan biasa saja tidak boleh," kata dia.