Setiap pagi sebelum berangkat kerja, Royen terbiasa sarapan lontong yang dibelinya dari tetangga belakang rumah. Karena masakan tetangganya enak, tidak jarang Royen beli banyak."Suatu hari saya membeli agak banyak. Ketika sedang berjalan menuju rumah, saya bertemu dengan seorang yang agak hilang akal," cerita Royen dikutip Ustaz Yusuf Mansur.Dilihatnya seorang yang agak hilang akal itu berpakaian lusuh, dengan kepala tertunduk, dia berjalan tanpa arah. Royen yang merasa iba, menghampiri orang tersebut dan diberikannya dua bungkus lontong. "Ini untuk sarapan bapak, nanti bungkusnya jangan dibuang sembarangan ya," kata Royen sambil berjalan menuju rumahnya.Begitu senangnya orang tersebut diberi lontong, sambil duduk di pinggir jalan dia makan tanpa sedikit pun merasa malu, meski banyak orang yang berlalu lalang memperhatikannya.Royen yang bekerja sebagai karyawan swasta di Bekasi Jawa Barat, tidak menyangka jika pemberian dua lontong akan mendatangkan kenyataan yang tidak dia duga sebelumnya.Sorenya, ketika Royen sedang bersantai di kantor sambil menunggu jam pulang, tiba-tiba handphone di sakunya berdering. Karena tidak asing dengan nomor yang meneleponnya, Royen mengangkat. "Royen, kasih aku nomor rekeningmu, aku mau transfer uang hasil kerjaanmu yang dahulu," suara lelaki dari handphone yang tidak lain adalah teman Royen sendiri.Begitu kagetnya Royen mendengar kabar itu, dia tidak sempat berpikir temannya bakal memberikan uang bagiannya. Memang sebelumnya, Royen membantu menyelesaikan proyek kantor temannya itu. Namun setelah proyek selesai, uang bagian Royen tidak segera diberikan.Berkali-kali Royen sudah meminta kepada temannya untuk memberikan komisi, namun temannya selalu berkilah dan banyak alasan. Hingga akhirnya Royen menyerah dan mengikhlaskan komisinya itu."Saya dapat uang hasil membantu teman sebesar Rp 2,5 juta. Saya sangat heran, padahal saya sudah minta uang tersebut tapi bagian keuangan teman saya itu belum bisa mengeluarkannya karena butuh waktu lama.""Alhamdulillah, malam itu juga, uang tersebut bisa saya terima tanpa dipotong sedikitpun dan tanpa saya minta. Alhamdulillah, semua itu mungkin lantaran saya memberikan dua buah lontong kepada orang yang hilang akal. Kejadian serupa juga terulang lagi setelah saya memberikan dua buah lontong ke orang yang sama," yakinnya.