Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masjid Badshahi, simbol keagungan Islam di Pakistan

Masjid Badshahi, simbol keagungan Islam di Pakistan Masjid Badshahi Pakistan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Masjid Badshahi atau juga Masjid Raja adalah masjid terbesar nomor lima di Asia Selatan. Di Pakistan sendiri, masjid ini menduduki urutan terbesar kedua.

Bnetuk yang besar dari masjid ini mampu menampung 10.000 jamaah di aula salat utama dan 100.000 di serambi dan halaman masjid. Berbeda dengan masjid-masjid agung lainnya, pembangunan Badshahi hanya memakan waktu 3 tahun (1671-1673).

Walaupun kini berada di Pakistan, awal muasal masjid ini dari India. Ya, Lahore, wilayah di mana masjid ini berdiri tegak dulunya masuk ke wilayah India hingga akhirnya pada 14 Agustus 1947 memisahkan diri menjadi bagian dari Republik Islam Pakistan.

Masjid Badshahi dibangun oleh raja keenam Dinasti Mughal yaitu Raja Aungrangzeb. Badshahi memiliki empat menara di empat penjuru luar masjid ditambah lagi empat menara ekstra di empat penjuru bangunan utama masjid.

Kala itu Raja Aurangzeb bergelar Alamgir atau juga Sang Penakluk Dunia adalah putra dari Raja Mughal yang sebelumnya membangun salah satu masjid termegah dunia, Masjid Jami Delhi di Delhi Tua. Ya, ia adalah anak dari Sultan atau Raja Shah Jehan. Sehingga arsitektural masjid ini memiliki kemiripan dengan Masjid Jami di Delhi Tua, India.

Hal luar biasa pada interior masjid ini adalah inspirasi seni Islam gabungan Persia, Asia Tengah dan tidak lupa sentuhan budaya India. Masjid ini dibangun lebih tinggi dari permukaan lahan di sekitarnya agar mencegah banjir dari Sungai Ravi ketika pasang naik. Sehinnga ketika cuaca cerah, orang Lahore dapat melihat masjid ini hingga jarak 15 kilometer.

Masjid Badshahi bukan hanya terkenal dengan kemegahan, keagungan, keindahan dan kebesarannya. Masjid ini juga berperan penting dalam posisi kota Lahore di kehidupan politik, ekonomi dan budaya di masa Dinasti Mughal.

Walaupun tetap indah, masjid ini beberapa kali mendapat serangan dan mengalami kerusakan akibat perang. Salah satunya pada 7 Juli 1799, Sikh dari Sukerchakia, pemimpin prajurit Ranjit berhasil menduduki Kota Lahore. Di bawah pimpinannya, fungsi masjid ini malah dijadikan sebagai tempat kandang kuda, penyimpanan alat dan senjata perang serta barak militer.

Selain Sikh, ketika Inggris menjajah Lahore pada 1858-1947 masjid ini masih belum dikembalikan ke fungsi sebenarnya. Bahkan militer Inggris menghancurkan 80 ruang kelas di masjid yang sebelumnya menjadi kandang kuda di bawah komando Sikh. Alasan Inggris adalah mereka tidak mau di ruangan-ruangan tersebut terjadi gerakan anti Inggris oleh masyarakat Lahore.

Kegelisahan dan ketersinggungan oleh Kaum Muslim akan masjid mereka yang disalahgunakan akhirnya mendapat pencerahan dari Inggris yang memberika Otoritas Masjid Badshahi. Dan pada 1939, restorasi besar-besar dilakukan oleh kaum Muslimin untuk mengembalikan masjid agung mereka.

Pada 1947, ketika Lahore sudah menjadi bagian dari Republik Islam Pakistan. Pemerintah Pakistan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan restorasi dan mengembalikan bentuk masjid ini seperti semula. Pemerintah Pakistan juga membangun sebuah museum kecil di dalam gerbang masuk masjid untuk menyimpan beberapa benda bersejarah yang konon digunakan oleh Rasulullah, Ali bin Abi Talib dan Fatima Azzahra.

(disarikan dari buku Masjid-masjid palking menakjubkan dan berpengaruh di dunia) (mdk/bai)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP