Pengembang Pulau G sepakat tak akan gusur masyarakat sekitar

Rabu, 1 Februari 2017 18:58 Reporter : Syifa Hanifah
Pengembang Pulau G sepakat tak akan gusur masyarakat sekitar reklamasi pulau G. ©2016 merdeka.com/video news

Merdeka.com - Pengembang Pulau G, PT Muara Wisesa Samudra (WMS) berkomitmen untuk tak menggusur masyarakat yang terkenda dampak pembangunan reklamasi. Justru dengan proyek ini bakal membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf hidup.

"Kami pastikan bahwa masyarakat Angke akan menjadi prioritas bagi tenaga kerja di proyek Pulau G. Pembangunan Pulau G bukan untuk menyengsarakan, apalagi proyek ini adalah milik Pemprov DKI Jakarta yang diawasi langsung oleh banyak pihak," ujar Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land (APL), induk usaha PT MWS, Noer Indradjaja di Jakarta, rabu (1/2).

Project Director MWS Andreas Leodra mengatakan pengembang telah melakukan sosialisasi Amdal yang merupakan kewajiban yang harus dilakukan MWS untuk menyempurnakan Amdal Pulau G seperti ketentuan dari pemerintah. Penyempurnaan Amdal dilakukan untuk menyesuaikan proyek pulau reklamasi dengan National Capital Integrated Coastal Development dan kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pantai Utara Jakarta yang tengah disusun pemerintah dan Kementerian Lingkungan Hidup.

"Amdal Pulau G sudah ada dan masih berlaku sampai saat ini. Amdal baru ini merupakan penyempurnaan dari Amdal lama karena harus menyesuaikan dengan kajian NCICD dan KLHS. Kami selalu mengikuti arahan dan aturan dari pemerintah," kata Andreas.

Kegiatan sosialisasi penyempurnaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek reklamasi pulau G di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjariangan, Jakarta Utara berakhir damai. Para nelayan akhirnya menyepakati dan menandatangi Berita Acara Sosialisasi yang disusun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta.

"Kami bersyukur kegiatan sosialisasi proyek Pulau G malam ini berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat,” jelas salah satu tokoh masyarakat Haji Khafidin.

Dalam sosialiasi ini, para nelayan dan warga yang berasal dari Muara Angke meminta agar MWS sebagai pengembang Pulau G dapat mengakomodir dan menjamin kepentingan dan kebutuhan warga. Apalagi, sejak proyek reklamasi Pulau G mulai dikerjakan, banyak isu simpang siur terkait status Muara Angke.

"Bagi kami yang penting tidak terjadi penggusuran di Muara Angke. Itu yang mesti diperjuangkan oleh MWS sebagai pengembang pulau G," tegasnya. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini