Yenny Wahid Minta Pihak Tak Terima Hasil Pemilu Tempuh Jalur Konstitusi

Rabu, 15 Mei 2019 23:55 Reporter : Merdeka
Yenny Wahid Minta Pihak Tak Terima Hasil Pemilu Tempuh Jalur Konstitusi Yenny Wahid. ©2018 Merdeka.com/Hari Aryanti

Merdeka.com - People power atau yang kini berganti nama menjadi gerakan kedaulatan rakyat pertama kali dilontarkan oleh Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais.

Sebuah narasi itu dibangun untuk melawan kecurangan pemilu. Namun, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid punya pendapat lain. Ia melihatnya bukanlah people power.

Menurut dia, people power berangkat dari kegelisahan masyarakat. Ia mengistilahkan gerakan itu muncul ketika Ibu Pertiwi sedang hamil tua. Sehingga, yang digalakkan oleh Amien Rais lebih tepatnya adalah pengerahan massa.

"Kalau saya melihat ini kan terutama karena persoalan politik, kalau persoalan politik kategorinya bukan people power tapi adalah pengerahan massa, jadi berbeda," ucap Yenny di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/5).

Ia mengatakan, lebih baik semua pihak menahan diri. Sebab, pengerahan massa malah merugikan. Apalagi, jika terbagi menjadi dua kubu.

"Kalau sudah begitu pasti akan ada konflik di lapangan, nanti malah korban, rakyat yang tidak berdosa menjadi korban karena diprovokasi oleh para elit elitnya," ujar dia.

Ia menyarankan, bagi pihak-pihak yang tidak menerima hasil Pemilu gunakanlah jalur yang tidak bersebrangan dengan hukum yakni melalui proses konstitusi.

"Buktikan di pengadilan," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Yenny Wahid
  2. Pemilu
  3. Pemilu 2019
  4. Bogor
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini