TKN dan BPN Berdebat Soal Korupsi
Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf bertarung dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dalam debat anti korupsi. Masing-masing tim diwakili empat orang.
TKN diwakili Budiman Sudjatmiko, Rio Yovian Haminoto, Agus P Sari, dan Dini S Purwono. Sementara di kubu BPN diwakili Sudirman Said, Dirgayuza Setiawan, Bambang Widjajanto, dan Ledia Hanifa. Kedua tim memaparkan pandangannya terkait korupsi di Indonesia dan solusinya.
Kedua kubu juga menyampaikan program kerja masing-masing jagoannya terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Acara debat diselenggarakan setelah muncul pro dan kontra terkait efektivitas kebijakan kedua kubu pasangan capres-cawapres.
Dalam paparan awalnya, Budiman Sudjatmiko mengatakan salah satu cara mencegah korupsi adalah mengusulkan pendanaan parpol oleh negara. Syaratnya parpol harus transparan dan memiliki akuntabilitas yang jelas sebagaimana lembaga negara lainnya yang dibiayai negara.
Sementara itu, Sudirman Said menyampaikan saat ini korupsi di Indonesia berada di titik terendah.
"Kita alami satu masa yang menurut saya at the lowest level of governance. Bukan karena saya dari nomor 02," kata Sudirman Said, Jumat (5/4) malam.
Mantan Menteri ESDM ini menyampaikan, Indonesia berada di titik terendah karena lima dari tujuh pimpinan lembaga negara masuk penjara di era Jokowi. Salah satunya Setya Novanto yang dulu menjabat Ketua DPR. Menurutnya, presiden sebagai kepala negara tak bisa menciptakan pemerintahan bersih.
Debat dilaksanakan oleh perkumpulan alumni Universitas Oxford (The University of Oxford of Indonesia) dan Bimasena The Mines and Energy Society. Debat berlangsung di Grha Bimasena, Jalan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya