Timses tak ambil pusing elektabilitas Ahok-Djarot turun
Merdeka.com - Poltracking Indonesia merilis hasil survei mengenai elektabilitas dan popularitas ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dari hasil survei tersebut, elektabilitas pasangan Agus-Sylvi memimpin dari dua pasangan lainnya Basuki-Djarot dan Anies-Sandi.
Namun, hal tersebut direspon dingin oleh tim sukses pasangan petahana Basuki-Djarot, Ansy Lema. Menurut Ansy, survei dilakukan disaat situasi politik sedang tidak stabil. Oleh karena itu, wajar apabila elektabilitas Basuki-Djarot merosot.
"Kalau kita baca teks ini kita perlu menangkap konteks dibalik ini. Pelaksanaan survei ini di waktu dan peristiwa politik yang terjadi, agama yang dituduhkan kepada calon kami. Dan survei ini dilakukan saat moment itu. Jadi wajar elektabilitas Basuki melorot karena public opinion," ujar Ansy di Hotel Sofyan, Jakarta, Minggu (27/11).
Jika dilihat dari kepercayaan masyarakat Jakarta kepada Basuki-Djarot, katanya, masih cukup tinggi. Dengan hal ini, Ansy berkesimpulan masyarakat Jakarta masih mempertimbangkan untuk memilih Basuki atau dikenal dengan sebutan Ahok melanjutkan kepemimpinannya sebagai gubernur DKI Jakarta.
"Saya lihat swing voters relatif masih tinggi kalau Pak Ahok dianggap tidak perlu dipilih, mestinya segera saja berpindah ke calon lain. Tetapi angkanya masih tinggi bahkan diatas angka tiga kandidat," ujarnya.
Sebagai informasi, Poltracking Indonesia merilis hasil survei yang dilakukan sejak 7-17 November dengan melibatkan 1.200 responden dan menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error sebesar 2.8 persen.
Dari hasil survei tersebut, elektabilitas pasangan Agus-Sylvi menduduki peringkat pertama dengan suara 27,92 persen, disusul pasangan petahana Basuki-Djarot dengan perolehan suara 22,00 persen, dan Anies -Sandi 20,42 persen.
Sementara, 29,66 persen belum menentukan pilihan calon yang akan dipilih atau disebut juga dengan undecided voters.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya