Terkuak! Wanita Perekam Video Viral Wahyudin Moridu Akan Dipanggil BK DPRD Gorontalo

Badan Kehormatan DPRD Gorontalo akan memanggil teman wanita perekam **Video Viral Wahyudin Moridu** yang menghebohkan, mengungkap motif di balik penyebaran rekaman kontroversial tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terkuak! Wanita Perekam Video Viral Wahyudin Moridu Akan Dipanggil BK DPRD Gorontalo
Badan Kehormatan DPRD Gorontalo akan memanggil teman wanita perekam **Video Viral Wahyudin Moridu** yang menghebohkan, mengungkap motif di balik penyebaran rekaman kontroversial tersebut. (Merdeka.com)

Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo akan segera memanggil teman wanita dari anggota DPRD Wahyudin Moridu (WM). Pemanggilan ini terkait video viral yang menampilkan WM berbicara tentang 'merampok uang negara' dan 'memiskinkan negara' yang beredar luas di media sosial.

Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menjelaskan bahwa pemanggilan ini penting untuk mengklarifikasi maksud dan tujuan teman wanita tersebut merekam serta menyebarkan video. Wahyudin Moridu sendiri mengaku tidak mengetahui perilakunya sedang direkam saat kejadian berlangsung.

Insiden yang terekam dalam video tersebut terjadi pada bulan Juli lalu, ketika Wahyudin Moridu sedang bersama teman wanitanya dan hendak bepergian ke luar daerah. Video ini kemudian menjadi perbincangan hangat setelah ramai di sosial media pada Jumat (19/9) sore, memicu reaksi cepat dari BK DPRD.

Video kontroversial yang menampilkan anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, WM terdengar mengucapkan kata-kata yang mengindikasikan niat untuk 'merampok uang negara' dan 'memiskinkan negara', memicu kemarahan dan kritik dari masyarakat.

Menanggapi kehebohan tersebut, Wahyudin Moridu segera memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa dirinya memang berada dalam video tersebut dan mengucapkan kata-kata tidak pantas, namun ia berdalih saat itu berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. WM juga menyatakan baru mengetahui adanya video tersebut setelah ramai di sosial media.

Didampingi istrinya, Wahyudin Moridu kemudian membuat video klarifikasi dan permohonan maaf yang diunggah melalui akun media sosial Facebook miliknya. Ia menegaskan penyesalannya atas insiden tersebut dan berharap masyarakat dapat memahami kondisinya saat itu.

Peristiwa dalam video itu sendiri diakui WM terjadi pada bulan Juli lalu. Saat itu, ia sedang bersama seorang teman wanita dan berencana untuk bepergian ke luar daerah. Kondisi WM yang mabuk disinyalir menjadi pemicu terlontarnya perkataan kontroversial dalam rekaman tersebut.

Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo tidak hanya fokus pada klarifikasi dari Wahyudin Moridu, tetapi juga akan mendalami motif di balik penyebaran video tersebut. Fikram Salilama, Ketua BK DPRD, mengungkapkan kemungkinan pemanggilan terhadap teman wanita WM yang merekam dan menyebarkan video.

“Sehingga tidak menutup kemungkinan wanita tersebut juga kami akan panggil untuk dimintai keterangan, terkait apa maksud dan tujuannya merekam dan menyebarkan video tersebut,” ucap Fikram, menekankan pentingnya mendapatkan keterangan dari semua pihak terkait.

Menurut pengakuan Wahyudin Moridu kepada tim BK DPRD, teman wanita yang merekam video tersebut adalah 'teman spesial' yang merasa kecewa. Kekecewaan ini muncul karena WM menolak permintaannya untuk dinikahi, yang kemudian diduga menjadi pemicu penyebaran rekaman tersebut ke publik.

Berangkat dari kekecewaan pribadi tersebut, teman wanita WM kemudian menyebarkan rekaman video melalui berbagai platform media sosial. Tindakan ini secara tidak langsung mengungkap insiden kontroversial yang melibatkan anggota dewan tersebut, memicu respons dari Badan Kehormatan.

Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo menyatakan komitmennya untuk menangani persoalan ini secara serius dan tuntas. Proses penanganan akan dilakukan secepatnya sesuai dengan kode etik dan peraturan yang berlaku bagi anggota dewan.

“Kami selaku Badan Kehormatan akan serius menangani persoalan ini secepatnya sampai selesai. Tentunya itu dilakukan sesuai dengan kode etik dan peraturan yang berlaku,” tegas Fikram Salilama, menunjukkan keseriusan BK dalam menjaga marwah institusi DPRD.

Sebagai tindak lanjut, BK DPRD Provinsi Gorontalo akan segera menggelar rapat internal pada pekan depan untuk membahas kasus ini secara mendalam. Rapat ini akan menjadi langkah awal sebelum melaksanakan sidang resmi dan, jika diperlukan, hingga rapat paripurna.

Keputusan akhir terkait kasus Wahyudin Moridu akan diambil oleh DPRD Provinsi Gorontalo setelah melalui serangkaian proses investigasi dan sidang yang transparan. Hal ini penting untuk memastikan setiap tindakan yang diambil sesuai dengan prinsip keadilan dan akuntabilitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi