Terkesan sunyi, Pilgub Jateng di Purbalingga dibayangi penurunan pemilih

Kamis, 17 Mei 2018 10:45 Reporter : Abdul Aziz
Debat Pilgub Jateng. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Partisipasi warga Kabupaten Purbalingga dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah menunjukkan tren menurun. Sejak pemilihan langsung tahun 2008, partisipasi pemilih terhitung 63 persen. Berikutnya pada tahun 2013 terjadi penurunan yakni terhitung 58 persen.

Suasana menjelang Pilgub Jateng 2018 juga dikesankan sunyi atau kurang meriah. Pasalnya, tak seperti pemilihan-pemilihan sebelumnya, kini ada aturan penggunaan alat peraga kampanye (APK).

Mengingat sukses Pilgub terkait sukses partisipasi pemilih mencoblos di bilik suara, Ketua KPU Purbalingga, Sri Wahyuni mendorong terjadinya peningkatan partisipasi pemilih. KPU Purbalingga memasang target partisipasi sebesar 77,5 persen.

"Berbagai inovasi, sosialisasi di berbagai komunitas, di sekolah-sekolah dan sosialisasi pada penyandang disabilitas," ujarnya dalam pertemuan Bakohumas yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Purbalingga, Kamis (17/5).

Ketua Panwaskab Purbalingga Imam Nurhakim, menilai Pilgub Jateng 2018 terasa kurang meriah dan sepi. Salah satu sebabnya, adanya pembatasan pemakaian alat peraga kampanye (APK) seperti baliho dan spanduk. Sebagaimana diketahui APK penggunaannya diatur dengan peraturan KPU, tidak seperti pemilu-pemilu terdahulu.

"Meskipun terkesan sunyi. Pilkada 2018 semoga tidak berimbas pada partisipasi pemungutan suara, sehingga penurunan partisipasi Pilgub Jateng tidak terulang," ujarnya. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini