Temui Petani Cek Kabar Beras Impor di Klaten, Ruhut Sebut Ucapan Prabowo Hoaks

Rabu, 30 Januari 2019 14:30 Reporter : Arie Sunaryo
Temui Petani Cek Kabar Beras Impor di Klaten, Ruhut Sebut Ucapan Prabowo Hoaks Ruhut Sitompul temui Petani Klaten. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul, menemui petani di Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ruhut hadir untuk membuktikan ucapan Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 yang menyebutkan bahwa daerah tersebut dibanjiri oleh beras impor.

Setelah bertemu dan beberapa saat berdialog dengan para petani Ruhut mengaku mendapatkan berita yang benar. Ia menyebut, apa yang disampaikan Prabowo adalah tidak benar.

"Kami sudah melihat di youtube, membaca berita, dan ternyata itu tidak benar, itu bohong. Makanya, saya datang ke sini untuk melihat langsung dan meluruskan semua. Ternyata, semua yang dikatakan Prabowo itu semua hoaks," ujar Ruhut di Klaten, Rabu (30/1).

"Saya datang ke sini bertemu sama teman-teman petani. Ibu Bupati sampai harus turun ke pasar, bahkan datang ke tempat-tempat penggilingan padi, tidak ada itu impor beras," imbuh Ruhut didampingi Koordinator kelompok tani Desa Belang Wetan, Subroto.

Melihat kenyataan tersebut Ruhut pun meminta agar Prabowo tidak lagi mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak berdasar kepada masyarakat yang akan membuat masyarakat resah.

"Pak Prabowo janganlah biasakan kasih hoaks. Jangan biasakan kasih berita-berita bohong kepada rakyat," katanya.

Koordinator kelompok tani Desa Belang Wetan Suroto mengemukakan, pernyataan Prabowo soal Klaten impor beras, rakyatnya menangis itu tidak benar. Pasalnya, hasil panen padi di wilayah tersebut mampu mencukupi kebutuhan hidup para petani. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang berhasil menyekolahkan anaknya sampai jenjang perguruan tinggi dari hasil panen padi.

"Sebenarnya kita tidak terlalu mikir dengan pernyataan Pak Prabowo. Iya monggolah beliau mau ngomong apa terserah. Kami tidak begitu memikirkan dengan statement (pernyataan) mereka," kata Suroto.

Menurut Suroto, penggunaan pupuk organik menjadi faktor melimpahnya hasil pertanian di Klaten. Banyak petani Klaten yang mulai meninggalkan penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik.

"Pemerintah telah memberikan kemudahan bagi para petani dalam meningkatkan hasil produksi panen padi. Seperti kemudahan pupuk, bantuan bibit padi, dan bantuan pompa air untuk menghadapi musim kemarau bagi petani," pungkas dia. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini