Tanggapi Ancaman Reshuffle, Golkar Klaim Hubungan Airlangga dan Jokowi Cukup Baik

Kamis, 2 Juli 2020 15:49 Reporter : Bachtiarudin Alam
Tanggapi Ancaman Reshuffle, Golkar Klaim Hubungan Airlangga dan Jokowi Cukup Baik Kampanye Golkar. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan warning perombakan kabinet jika menteri-menterinya tidak menyikapi serius permasalahan bangsa akibat terdampak Covid-19. Partai Golkar yakin Jokowi belum akan mengeksekusi ucapannya tersebut dalam waktu dekat.

"Kan belum ada reshuffle itu. Dan Presiden juga baru bilang akan me-reshuffle, kalau merasa perlu," ujar Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno Laksono, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/7).

Dave tak ingin berandai-andai apakah kadernya yang duduk di kursi menteri menjadi salah satu target reshuffle. Meskipun Jokowi sempat menyinggung masalah stimulus ekonomi, dia yakin tak semata-mata menyoroti kinerja Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dia mengklaim, hubungan Jokowi dan Airlangga cukup baik.

"Enggak ada semuanya hubungan ketua umum kita Pak Airlangga dengan Presiden hubungannya sangat baik tidak ada masalah atau renggang-renggang," katanya.

"Sama halnya kepada koalisi, komunikasi semua sangat lancar dan pertemuan juga rutin untuk berkomunikasi. Jadi hubungannya masih solid dan saat ini kita sedang mempersiapkan komunikasi kepada partai lain untuk Pilkada 2020 nanti," katanya.

Jokowi Jengkel Pada Sektor Ekonomi

Sebelumnya, Presiden Jokowi sangat heran atas kinerja para menterinya yang masih biasa-biasa saja dalam atasi Pandemi Covid-19. Padahal, Bank Dunia (World Bank) memproyeksi ekonomi global minus 5,2 persen tahun ini.

Termasuk, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) turut memprediksi ekonomi global bisa minus lebih dari 5 persen. Tepatnya, ekonomi dunia diproyeksi terkontraksi hingga 6 persen-7,6 persen.

"Saya lihat masih banyak kita ini seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan suasana krisis," tutur Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6) lalu.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta untuk peningkatan kinerja dengan meningkatkan stimulus-stimulus ekonomi, agar cepat tersalurkan ke masyarakat.

"Mereka nunggu semuanya, jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu , enggak ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti enggak ada apa-apa," tegas Jokowi. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini