Survei Indikator: Kinerja Pemkab Bogor Dipuji Warga, Namun Ekonomi Tetap Jadi Catatan Utama

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas warga Kabupaten Bogor puas dengan Kinerja Pemkab Bogor, meski persoalan ekonomi masih jadi fokus utama yang perlu diatasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Survei Indikator: Kinerja Pemkab Bogor Dipuji Warga, Namun Ekonomi Tetap Jadi Catatan Utama
Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas warga Kabupaten Bogor puas dengan Kinerja Pemkab Bogor, meski persoalan ekonomi masih jadi fokus utama yang perlu diatasi. (AntaraNews)

Survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia mengungkapkan mayoritas warga Kabupaten Bogor menyatakan kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor selama satu tahun terakhir. Hasil ini menjadi sorotan penting dalam evaluasi publik terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyatakan tingkat kepuasan terhadap Bupati Bogor Rudy Susmanto mencapai 80,3 persen, sementara Wakil Bupati Ade Ruhandi memperoleh 79,3 persen. Survei ini dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 11 Februari 2026, mencerminkan pandangan terkini masyarakat.

Meskipun demikian, aspek ekonomi masih menjadi perhatian utama bagi masyarakat Kabupaten Bogor, menjadi catatan penting bagi Pemkab. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai persepsi publik terhadap capaian dan tantangan pemerintah daerah.

Secara keseluruhan, evaluasi publik terhadap pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Bogor dinilai sangat positif, khususnya dalam aspek tata kelola pemerintahan dan jaminan keamanan. Bawono Kumoro menyoroti bahwa persepsi positif ini menjadi modal berharga bagi kepemimpinan daerah.

Survei yang melibatkan 410 responden dengan metode multistage random sampling ini menunjukkan 64,6 persen responden menilai kondisi pelaksanaan pemerintahan berada dalam kategori baik atau sangat baik. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan.

Tidak hanya itu, kondisi keamanan di Kabupaten Bogor juga mendapatkan apresiasi tinggi dari warga, dengan 63,6 persen responden menyatakan baik atau sangat baik. Stabilitas dan rasa aman menjadi faktor penting yang berkontribusi pada kepuasan publik secara keseluruhan.

Tingginya tingkat kepuasan terhadap kepala daerah ini, menurut Bawono, dapat menjadi fondasi kuat untuk program-program pemerintah ke depan. Ini menunjukkan adanya dukungan signifikan dari masyarakat terhadap arah kebijakan yang telah diambil.

Meskipun ada kepuasan di beberapa sektor, aspek ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Pemkab Bogor. Sebanyak 50,2 persen responden menilai kondisi ekonomi daerah berada pada kategori sedang, menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan.

Sebagian warga lainnya bahkan merasa kondisi ekonomi belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan perlunya intervensi lebih lanjut. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk lebih fokus pada isu-isu ekonomi.

Dalam temuan survei, persoalan paling mendesak yang dirasakan warga adalah sulitnya mencari lapangan kerja, yang disebutkan oleh 40,3 persen responden. Isu ketenagakerjaan ini menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani.

Selain itu, keluhan mengenai harga kebutuhan pokok yang mahal juga menjadi perhatian serius, mencapai 24 persen dari total responden. Kondisi jalan rusak turut menjadi keluhan signifikan, dengan 11,2 persen responden menyoroti masalah infrastruktur ini.

Di luar aspek pemerintahan dan ekonomi, survei Indikator Politik Indonesia juga mencatat persepsi positif terhadap penegakan hukum di Kabupaten Bogor. Mayoritas warga menilai kondisi penegakan hukum cukup baik, menunjukkan adanya kepercayaan pada sistem peradilan daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga dinilai relatif bersih dari praktik korupsi dan suap oleh masyarakat. Anggapan ini mencerminkan upaya Pemkab dalam menjaga integritas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Bawono Kumoro menekankan bahwa tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kepala daerah adalah modal positif. Namun, ia mengingatkan pentingnya menyeimbangkan modal tersebut dengan upaya nyata menjawab harapan publik, terutama di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.

Hasil survei ini menjadi gambaran awal tantangan yang harus dihadapi dalam periode selanjutnya, sekaligus menegaskan bahwa masyarakat tetap memberikan sinyal kuat agar pemerintah fokus pada persoalan ekonomi yang dirasakan langsung di tingkat rumah tangga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi