PPP Akhirnya Mengalah Tak Ngotot Sandi Harus Cawapres Ganjar, Ada Calon Lain?

Nama calon pendamping Ganjar masih samar. Megawati masih belum memutuskannya.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
PPP Akhirnya Mengalah Tak Ngotot Sandi Harus Cawapres Ganjar, Ada Calon Lain?
PPP Akhirnya Mengalah Tak Ngotot Sandi Harus Cawapres Ganjar, Ada Calon Lain? (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Juru Bicara PPP Usman Tokan mengatakan, partainya berharap agar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres Ganjar Pranowo.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun jika Sandi tak pilih oleh Megawati, PPP berharap agar sosok cawapres Ganjar tetap beririsan dengan partai berlambang Ka'bah itu. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Namun jika bukan takdirnya maka PPP berharap Cawapresnya ada irisannya dengan PPP," kata Usman kepada wartawan, Jumat (22/9). 

"Rekan-rekan saya yakin memahami hal ini karena kami ingin mengulang sejarah masa lalu, di mana susah dan senang PPP pernah bersama PDI Perjuangan," sambungnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun, Usman menyebutkan jika kemungkinan pihaknya akan mengumumkan bacwapres Ganjar Pranowo pada akhir-akhir masa pendaftaran di KPU. 

"Akan last minutes, yang penting uji publik terus dilakukan, yang mana yang paling diidamkan rakyat," imbuhnya. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menyebut, ada peluang muncul nama selain Sandiaga Uno. Salah satunya adalah Menko Polhukam Mahfud MD sebagai calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo.

“Ada (nama lain selain Sandiaga Uno dan Mahfud MD). Makanya ditunggu saja ya kapan momen yang tepat,” kata Djarot, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (21/9).

Mengutip pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Djarot mengaku bakal ada kejutan perihal langkah-langkah yang akan diambil oleh partai politik pengusung Ganjar Pranowo

“Bisa orangnya, bisa tanggalnya kapan disampaikan, bisa tempatnya, momennya,” tegasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lebih lanjut, PDIP juga berpeluang menunggu pengumuman cawapres dari calon lain yaitu Prabowo Subianto. Sebab, tinggal Menteri Pertahanan itu yang belum menentukan siapa pendampingnya di Pilpres 2024.

Karena bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan kini sudah menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai cawapresnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Djarot menilai, partainya menunggu supaya tidak terjadi kegaduhan. Apalagi, dinamika politik bisa saja terjadi hingga pendaftaran capres dan cawapres dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 19-25 September.

“Sebaiknya begitu (menunggu Prabowo mengumumkan),” ujarnya.

Namun, dalam proses menunggu ini PDIP dipastikan tak akan hanya diam. Mereka akan terus melakukan kerja politik, termasuk turun ke bawah bertemu dengan rakyat.

“PDI Perjuangan tetep konsisten lebih baik kita melakukan gerakan-gerakan yang real politik. Apa itu? Ya, seperti acara hari ini, menjawab tantangan Indonesia ke depan untuk membangun pertanian kita lebih modern, maju, dan mandiri,” tutur Djarot.

“Kader PDI Perjuangan diperintah untuk itu, untuk turun ke bawah ke basis massa. … Itu real politik, untuk bisa membantu masyarakat di dalam mengatasi berbagai macam persoalan,” imbuh dia.

Rekomendasi