PDIP Sebut Food Estate Kejahatan Lingkungan, Gerindra: Tidak Benar, Itu Solusi ke Depan

Gerindra menilai, food estate merupakan proyek untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

Muhammad Genantan Saputra
PDIP Sebut Food Estate Kejahatan Lingkungan, Gerindra: Tidak Benar, Itu Solusi ke Depan
PDIP Sebut Food Estate Kejahatan Lingkungan, Gerindra: Tidak Benar, Itu Solusi ke Depan (Merdeka.com)

Menurut Gerindra, food estate justru proyek terobosan.

Juru Bicara Partai Gerindra Budi Djiwandono menepis pernyataan Sekjen PDIP bahwa food estate sebagai kejahatan lingkungan. Menurutnya, food estate adalah solusi bagi negara ke depan. "Saya kira itu tidak benar ya. Saya rasa food estate adalah solusi ke depan, saya rasa ini adalah hal yang dicanangkan dan saya rasa bisa berkembang dengan baik," kata Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Budi menyatakan, food estate adalah proyek terobosan. Menurutnya, proyek itu adalah bentuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

"Jadi kita harap ini yang sangat penting dan memang perlu suatu terobosan dalam bentuk food estate untuk kedaulatan pangan indonesia ke depan," ucap keponakan Prabowo Subianto ini.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Budi meyakini, food estate bakal terwujud. Dia mengatakan, rakyat Indonesia akan merasakan manfaat dari program tersebut.

"Saya rasa pada saatnya nanti kita lihat ya apa yang telah dilaksanakan dan saya rasa akan ada hasil yang baik dari food estate tersebut," pungkasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan mengatakan proyek food estate atau lumbung pangan merupakan bagian dari kejahatan lingkungan hidup. Hal itu terkait temuan soal Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang adanya dugaan uang hasil kejahatan lingkungan sebesar Rp1 triliun mengalir ke partai politik (parpol).

"Kami mengapa memberikan suatu catatan yang sangat kuat terkait dengan upaya yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi untuk membangun food estate,"

kata Hasto di Ciawi, Bogor, Selasa (15/8).

merdeka.com

Hasto menuturkan dalam praktiknya disalahgunakan lantaran banyak hutan-hutan ditebang habis. "Tetapi dalam praktik pada kebijakan itu (food estate) ternyata disalahgunakan, dan kemudian hutan-hutan justru ditebang habis, dan food estatenya tidak terbangun dengan baik. Itu merupakan bagian dari suatu kejahatan terhadap lingkungan," ujar Hasto.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hasto mengajak semua pihak pentingnya merawat bumi Pertiwi Indonesia.

Karenanya, Hasto mengingatkan masyarakat untuk mencari calon pemimpin yang memiliki rekam jejak merawat bumi Pertiwi Indonesia.

"Mari kita cari pemimpin yang betul-betul punya track record dalam merawat Pertiwi, merawat kehidupan dalam merawat kehidupan, di dalam membangun masa depan yang berkemajuan bagi seluruh komponen bangsa,"

ungkap Hasto.

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lebih lanjut, dia meminta PPATK agar mengungkapkan temuan tersebut. Terlebih, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memilki perhatian terhadap lingkungan.

"Jadi kami dorong PPATK untuk sampaikan, apalagi ini terkait dengan lingkungan. Bu Mega sangat menaruh perhatian," tutur Hasto.

Rekomendasi