Gubernur Papua Barat Soroti Kinerja Satpol PP Pascapencurian Patung Kasuari

Kinerja Satpol PP Papua Barat menjadi sorotan utama setelah insiden pencurian dua patung burung kasuari di lingkungan kantor gubernur, memicu evaluasi mendalam terhadap sistem pengamanan aset daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Papua Barat Soroti Kinerja Satpol PP Pascapencurian Patung Kasuari
Kinerja Satpol PP Papua Barat menjadi sorotan utama setelah insiden pencurian dua patung burung kasuari di lingkungan kantor gubernur, memicu evaluasi mendalam terhadap sistem pengamanan aset daerah. (AntaraNews)

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, secara tegas menyoroti kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyusul insiden pencurian dua patung burung kasuari. Peristiwa ini terjadi di lingkungan kantor gubernur dan mengindikasikan adanya kelalaian dalam sistem pengamanan aset daerah yang vital. Sorotan ini disampaikan usai ibadah awal bulan ASN di Manokwari pada hari Selasa.

Insiden pencurian patung yang merupakan ikon serta kebanggaan Provinsi Papua Barat ini menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah setempat. Gubernur Mandacan secara langsung mempertanyakan keberadaan dan efektivitas petugas Satpol PP saat kejadian berlangsung. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam terhadap keamanan aset-aset penting milik pemerintah provinsi.

Menurut Gubernur, sistem pengamanan kantor gubernur, terutama pada malam hari, masih sangat lemah dan jauh dari harapan yang semestinya. Kondisi ini jelas memberikan celah lebar bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya tanpa hambatan berarti. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan kini menjadi prioritas utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kelalaian Pengamanan dan Tanggung Jawab Satpol PP

Gubernur Dominggus Mandacan mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya jumlah petugas Satpol PP yang berjaga di malam hari. Ia sering menemukan hanya dua hingga empat orang petugas, bahkan terkadang tidak ada sama sekali, dari total 12 petugas yang seharusnya bertugas menjaga keamanan. Situasi ini sangat disayangkan mengingat pentingnya pengamanan aset vital pemerintah, termasuk patung-patung bersejarah.

Kondisi pengamanan yang tidak maksimal ini, menurut Gubernur, telah memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk beraksi dengan leluasa. Pencurian dua patung burung kasuari yang berukuran besar menjadi bukti nyata dari lemahnya pengawasan dan kurangnya kedisiplinan. Patung-patung tersebut tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga nilai simbolis yang tinggi bagi Provinsi Papua Barat sebagai identitas daerah.

Gubernur Mandacan menegaskan bahwa Satpol PP memiliki tanggung jawab penuh atas keamanan seluruh aset milik pemerintah daerah, termasuk bangunan dan fasilitas kantor. Oleh karena itu, perbaikan kinerja dan peningkatan disiplin petugas menjadi hal yang mutlak untuk segera dilaksanakan. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan pengamanan dapat ditingkatkan secara signifikan.

Tindak Lanjut Hukum dan Penangkapan Tersangka

Pemerintah Provinsi Papua Barat telah mengambil langkah cepat dengan melaporkan kasus pencurian ini kepada pihak Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat. Laporan resmi telah dilayangkan untuk menindaklanjuti insiden yang merugikan tersebut secara hukum. Gubernur berharap penanganan kasus ini dapat memberikan efek jera yang kuat bagi para pelaku kejahatan.

Menanggapi laporan tersebut, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Papua Barat berhasil mengamankan dua orang tersangka pencurian. Tersangka berinisial LH dan LIM ditangkap bersama dengan F, yang berperan sebagai penadah barang curian tersebut. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras aparat kepolisian dalam mengungkap kasus ini dengan cepat.

Patung kasuari yang dicuri terbuat dari tembaga dan memiliki nilai material serta historis yang penting bagi daerah. Penangkapan para pelaku dan penadah didasarkan pada Laporan Polisi nomor LP/B/117/IV/2026/SKPT/Polda Papua Barat tertanggal 5 April 2026. Gubernur Mandacan berharap kejadian ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi akibat kelalaian pengamanan yang tidak profesional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi