Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan nasional. Hal ini diwujudkan melalui perluasan program Sekolah Rakyat serta percepatan renovasi sekolah rusak di berbagai daerah. Pernyataan ini disampaikan Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (27/2).
Program Sekolah Rakyat secara khusus ditujukan bagi anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan formal. Ini mencakup mereka yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam bangku pendidikan sama sekali. Inisiatif ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan belajar.
Selain itu, pemerintah juga gencar melakukan perbaikan infrastruktur pendidikan yang rusak. Sepanjang tahun 2025, sekitar 16.000 sekolah telah direnovasi dengan alokasi anggaran yang signifikan. Upaya ini dilengkapi dengan penguatan pembelajaran digital di seluruh pelosok negeri.
Advertisement
Advertisement
Perluasan Jangkauan Sekolah Rakyat untuk Pendidikan Inklusif
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau kelompok anak-anak yang paling rentan terhadap putus sekolah. Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau bahkan belum pernah sekolah, kini dapat mengenyam pendidikan melalui program ini. Tujuannya adalah menciptakan kesempatan pendidikan yang merata dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.
Para siswa yang mengikuti program ini tidak hanya memperoleh pendidikan gratis, tetapi juga mendapatkan fasilitas pendukung lengkap. Mereka disediakan penginapan, asupan gizi yang memadai, serta jaminan kesehatan. Ini memastikan bahwa kebutuhan dasar siswa terpenuhi, sehingga mereka dapat fokus pada proses belajar mengajar.
Dalam satu tahun terakhir, program Sekolah Rakyat telah menunjukkan capaian yang signifikan. Program ini berhasil menjangkau sekitar 16.000 hingga 22.000 siswa yang tersebar di 166 sekolah. Pemerintah berencana untuk terus memperluas jangkauan ini dengan membangun 100 sekolah baru pada tahun ini, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam pemerataan pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Percepatan Renovasi dan Penguatan Infrastruktur Pendidikan
Meskipun kewenangan pengelolaan pendidikan menengah atas berada di tingkat gubernur, serta sekolah dasar dan menengah pertama menjadi kewenangan bupati dan wali kota, pemerintah pusat tetap melakukan intervensi. Intervensi ini dilakukan untuk mempercepat renovasi sekolah-sekolah yang rusak. Banyak kerusakan fasilitas pendidikan yang tidak tertangani selama bertahun-tahun, sehingga memerlukan perhatian dari pemerintah pusat.
Sepanjang tahun 2025, sekitar 16.000 sekolah di berbagai daerah telah berhasil direnovasi. Total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur ini mencapai sekitar Rp17 triliun. Pelaksanaan renovasi ini dikoordinasikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Upaya perbaikan infrastruktur tidak hanya berfokus pada renovasi bangunan fisik. Pemerintah juga membangun Sekolah Garuda dan sekolah terintegrasi lainnya. Selain itu, pembangunan kampus-kampus baru juga tengah berjalan. Hal ini menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Digital dan Program Pendidikan Berkelanjutan
Selain perbaikan infrastruktur fisik, pemerintah juga memperkuat pembelajaran digital di lingkungan sekolah. Pada tahun 2025, sebanyak 280.000 unit televisi digital telah didistribusikan ke 280.000 sekolah. Jumlah distribusi ini akan terus ditingkatkan pada tahun ini untuk mendukung transformasi pendidikan.
Peningkatan fasilitas digital ini bertujuan untuk memperkaya metode pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi era digital. Dengan adanya televisi digital, akses terhadap materi pendidikan interaktif dan informasi terkini menjadi lebih mudah. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa tidak ada program pendidikan yang dihentikan. Semua program yang telah berjalan akan terus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan. Ini termasuk pembangunan sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, serta pengembangan kampus-kampus baru di seluruh Indonesia, memastikan keberlanjutan upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews